Doa Saat Melihat Orang Lain Ditimpa Musibah

0
429

BincangSyariah.Com – Dunia adalah tempat ujian dari Allah Swt. Berbagai macam ujian Allah Swt. turunkan ke muka bumi untuk melihat di mana hamba-Nya yang bersabar dan bersyukur. Semua ujian itu bukan untuk melemahkan hamba-Nya. Akan tetapi untuk menaikkan derajat mereka. Semua manusia pasti akan diuji dengan kemampuan masing-masing. Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Baqarah (2) : 155,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.

Dalam Tafsir Jalalain Juz 1/hal.22, Imam Jalaluddin Al-Mahalli menyebutkan bahwa balasan untuk orang yang sabar saat diuji dengan berbagai ujian tersebut adalah surga. Karena tujuan Allah Swt. menguji hamba-hamba-Nya adalah untuk melihat sejauh mana kesabaran mereka. Ujian takut terhadap musuh, kelaparan, berkurangnya harta, terbunuh, sakit, dan mati, serta gagal panen, adalah salah satu tangga yang dapat mengangkat derajat kita apabila bersabar dalam menghadapinya.

Saat kita melihat orang yang ditimpa bencana atau ujian, baik sakit atau kecelakaan, dan lain sebagainya, maka ada dua hal yang perlu kita lakukan. Pertama, mendoakan kebaikan untuk mereka yang tertimpa musibah. Kedua, bersyukur karena kita tidak ditimpa musibah tersebut. Kita ucapkan alhamdulillah dengan suara lirih. Jangan sampai terdengar oleh orang yang tertimpa musibah untuk menjaga perasaannya.

Ada amalan khusus dari Rasulullah Saw. berkaitan dengan hal tersebut. Amalan ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari Sayyidina Abu Hurairah ra. Rasulullah Saw. bersabda:

من رأى مبتلى فقال الحمد لله الذي عافاني مما ابتلاك به وفضلني على كثير ممن خلق تفضيلا لم يصبه ذلك البلاء

Baca Juga :  Inilah Zikir dan Doa yang Dibaca Saat Ziarah Kubur

Man roa mubtalan faqola : alhamdulillahil ladzi ‘afani mimmabtalaka bihi wafadhdholani ala katsirin mimman kholaqo tafdhila, lam yusibhu dzalikalbala’u.

Barangsiapa melihat orang yang ditimpa ujian, lalu berkata : segala puji hanya milik Allah, Dzat yang telah menyelamatkanku dari ujian yang menimpamu dan mengutamakanku dari orang banyak. Maka ia tidak akan ditimpa musibah yang sama. (Al-Adzkar, hal. 269).

Artinya, dengan membaca amalan tersebut, insyaallah kita akan diselamatkan dari musibah seperti musibah yang menimpa orang tersebut. Baik musibah urusan dunia, misalkan rumahnya terbakar, musibah berhubungan dengan penyakit, atau musibah berkaitan dengan agama, misal keluarganya ada yang menjadi koruptor atau bandar narkoba.

Oleh karena itu, saat melihat kejadian miris dan tragis, atau melihat orang yang abnormal (gila, dll), atau musibah yang lain, maka langsung doakan kebaikan untuknya dan bersyukur karena tidak menimpa kita dengan lafadz syukur yang diajarkan nabi agar kita diselamatkan dari musibah serupa. Bahkan dalam riwayat Imam At-Turmudzi yang lain (dari Sayyidina Umar Bin Khottob) disebutkan bahwa barang siapa yang membaca amalan tersebut, maka seumur hidupnya tidak akan ditimpa musibah yang sama dengan yang dilihat (lihat Al-Adzkar, hal. 269). Allah Ta’ala A’lam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here