Doa Saat Dipuji Oleh Orang Lain

0
4860

BincangSyariah.Com – Pujian tidak selamanya membawa kepada jalan kebenaran, melainkan juga bisa mengantarkan kita pada titik kesombongan. Mungkin sebagian orang ada yang merasa bahagia dan tambah semangat jika mendapatkan pujian dari orang sekitar. Namun ingatkan jika segala puji itu milik Allah, Tuhan sang Penguasa semesta alam.

Dituliskan oleh Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad dalam kitab Risalah Muawanah bahwa kita perlu mawas diri ketika pujian hadir di depan mata. Sebaiknya tidak merasa gembira terlebih dahulu atas pujian tersebut. Jika pujian tersebut benar adanya, maka sebaiknya membaca doa sebagai berikut:

الحمدلله الذي اظهر الجميل وستر القبيح

Alhamdulillah alladzi azhara al-jamila wa satara al-qabiha

“Segala puji bagi Allah, Zat yang menampakkan kebagusan dan menutup kejelekan”

Setelah membaca doa tersebut, tetaplah tidak menganggap dirinya lebih baik dari orang lain. Bukankah tidak ada pujian yang berarti selain pujian Allah. dan tidak ada celaan yang berarti, selain celaan Allah. Karena hanya Allah yang mengetahui keadaan lahir dan batin kita. Dalam ayatNya, Allah berfirman:

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Jangan kalian memuji-muji diri kalian sendiri, karena Dia-lah yang paling tahu siapa yang bertakwa.”

Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad juga menjelaskan jika pujian tersebut tidak sesuai realita, maka berdoalah dengan doa yang biasa dibaca oleh kaum salaf. Doanya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ واجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ

Allahumma la tuakhidzni bima yaqulun, waghfirli ma la ya’lamun, waj’alni khairam mimma yazhunnuna.

“Ya Allah, jangan Engkau menghukumku disebabkan pujian yang dia ucapkan, ampunilah aku, atas kekurangan yang tidak mereka ketahui. Dan jadikan aku lebih baik dari pada penilaian yang mereka berikan untukku.”

Baca Juga :  Ingin Dibukakan Pintu Hikmah? Perbanyaklah Doa yang Sering Dipanjatkan Nabi Ibrahim

Doa tersebut menggambarkan sebuah sikap yang arif, di mana seseorang tersebut tidak bangga dengan pujian. Bahkan terkesan mengakui kekurangan yang dimiliknya, walaupun orang yang memuji tidak mengetahuinya. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari potensi sombong yang tidak dianjurkan oleh Rasulullah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here