Doa Nabi Saw Ketika Madinah Terserang Wabah

3
2993

BincangSyariah.Com – Dalam sejarah disebutkan bahwa Madinah merupakan sebuah kota yang mudah sekali terserang wabah di dataran jazirah Arab. Bahkan ketika Nabi Saw baru hijrah, tak lama kemudian Madinah terserang wabah sehingga banyak sahabat, seperti Abu Bakar dan Bilal, sakit akibat terkena wabah tersebut. (Baca: Wasiat Pertama Nabi Ketika di Madinah)

Namun Nabi Saw berdoa kepada Allah agar Madinah terbebas dari wabah. Setelah Nabi Saw berdoa, akhirnya wabah hilang dan Madinah menjadi kota yang relatif bebas dari wabah hingga sekarang.

Adapun doa Nabi Saw ketika Madinah terkena wabah adalah sebagai berikut;

اللهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَمَا حَبَّبْتَ مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ، وَصَحِّحْهَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِهَا وَمُدِّهَا، وَحَوِّلْ حُمَّاهَا إِلَى الْجُحْفَةِ

Allohumma habbib ilainal madiinata kamaa habbabta makkata aw asyadda, wa shahih-ha wa baarik lanaa fi shoo-‘ihaa wa muddihaa wa hawwil hummaahaa ilal juhfah.

Ya Allah, berikanlah kecintaan kepada kami terhadap kota Madinah sebagaimana Engkau memberikan kepada kami kecintaan terhadap Makkah, atau bahkan lebih dari Makkah. Jadikanlah Madinah sebagai kota yang sehat, dan berikanlah keberkahan pada takaran sha’ dan takaran mudd kami, serta pindahkan penyakitnya ke Juhfah.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ وَهْىَ وَبِيئَةٌ فَاشْتَكَى أَبُو بَكْرٍ وَاشْتَكَى بِلاَلٌ فَلَمَّا رَأَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- شَكْوَى أَصْحَابِهِ قَالَ اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَمَا حَبَّبْتَ مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ وَصَحِّحْهَا وَبَارِكْ لَنَا فِى صَاعِهَا وَمُدِّهَا وَحَوِّلْ حُمَّاهَا إِلَى الْجُحْفَة

Kami datang ke Madinah dalam kondisi terjangkit wabah, kemudian Abu Bakar dan Bilal menderita sakit, ketika Rasulullah Saw mengetahui kondisi para sahabatnya, beliau berdoa; Allohumma habbib ilainal madiinata kamaa habbabta makkata aw asyadda, wa shahih-ha wa baarik lanaa fi shoo-‘ihaa wa muddihaa wa hawwil hummaahaa ilal juhfah.

Baca Juga :  Ini Doa Agar Terhindar dari Kejahatan Dajal di Akhir Zaman

3 KOMENTAR

  1. […] Sebagaimana yang pernah menimpa 3 putri Ibn Hajar al-Asqalani (w. 852 H). Mereka adalah ‘Aliyah dan Fathimah yang wafat di tahun yang sama, yaitu 819 H dan Zen Khatun yang wafat pada tahun 833 H. Ketiganya wafat akibat keganasan wabah Tha’un. Para ulama terdahulu tidak mempunyai istilah spesifik untuk menyebut macam-macam wabah menular. (Baca: Doa Nabi Saw Ketika Madinah Terserang Wabah) […]

  2. […] Allohumma antal malikul haqqul mubin muhammadur rosuululloohi ashshodiqul wa’dil amiinu, wa alakal mulku wal hamdu tuhyii wa tumiitu wa anta hayyun laa tamuutu biyadikal khoiru innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir. Waj’alnii ‘anil balaa-i wal qodhoo-i bikhoirin wahfadznii minan nafsi wasy syaithooni wal a’daa-i bihaqqi suuroti yasin wal qur-anil hakiim yaa arhamar roohimiin. Subhaanal mufarrij ‘an kulli mahzuunin subhaanal munaffis ‘an kulli madyuunin subhaana man ja’ala khozaa-inuhuu bainal kaafi wan nuuni subhaana man idzaa qodhoo amron fainnamaa yaquulu lahuu kun fayakuun. Fa subhaanal ladzii biyadihii malukuutu kulli syai-in wa ilaihi turja’uun, wa shollallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihihh wa shohbihii ajma’iin. (Baca: Doa Nabi Saw Ketika Madinah Terserang Wabah) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here