Doa Memejamkan Jenazah dengan Mata Terbelalak

0
910

BincangSyariah.Com – Cara mati seseorang tidak sama antarsatu dengan lainnya. Ada yang mati dalam keadaan salat. Ada yang mati ketika bergelimang maksiat. Ada yang mati saat tidur dan lain sebagainya. Bahkan kadang ada yang mati saat berbincang-bincang dengan keluarganya. Intinya cara orang mati berbeda-beda.

Perbedaan kondisi manusia dalam menghadapi maut terkadang disesuaikan dengan kebiasaannya saat hidup. Ketika biasa membaca Alquran, matinya saat mengaji. Ketika senang melakukan puasa, matinya dalam kondisi berpuasa. Mujur jika yang menjadi kebiasaannya adalah hal yang positif. Bagaimana jika senangnya pada maksiat? Misalkan main judi, mabuk-mabukan, atau hal negatif lainnya? Kita bisa menerka sendiri jawaban dari pertanyaan tersebut.

Tentunya semua orang berharap mati dengan husnul khotimah. Tidak ada yang menginginkan mati secara mengenaskan. Misalkan mati saat melakukan kemaksiatan. Atau mati dengan keadaan yang tidak lazim. Contohnya mati dengan mata terbelalak. Memang bukan berarti pertanda buruk ketika mati terbelalak, akan tetapi tidak ada yang menginginkan mati seperti itu. Lalu, bagaimana jika sebagian dari anggota keluarga atau tetangga kita mati dengan mata terbelalak? Apa yang harus kita lakukan?

Untuk menjawabnya, mari perhatikan perkataan Imam Nawawi Al-Bantani tentang hal tersebut dalam karyanya Nihayatuz Zain,

فاذا مات المحتضر غمض ويقول الذي يغمضه بسم الله وعلى ملة رسول الله صلى الله عليه وسلم أللهم اغفرله وارحمه وارفع درجته في
المهديين واخلفه عقبه في الغابرين واغفر لنا وله يا رب العالمين وافسح له في قبره ونور له فيه

Ketika seseorang mati dengan terbelalak, hendaknya dipejamkan. Orang yang memejamkan dianjurkan membaca doa, yaitu; Dengan menyebut nama Allah dan (semoga engkau) tetap atas agama Rasulullah saw., Ya Allah ampunilah dia dan rahmatilah. Angkatlah derajatnya pada derajat orang-orang yang mendapat hidayah. Jagalah keturunannya agar termasuk orang yang selamat, ampunilah kami dan dia
wahai Tuhan Seluruh Alam, lapangkanlah kuburannya, dan berikan cahaya di dalamnya.

Jadi, ketika kita menemukan orang yang mati dalam keadaan terbelalak, maka dianjurkan
memejamkannya seraya berdoa dengan doa di atas. Doa tersebut adalah doa yang warid dari Rasulullah Saw. Riwayat doa tersebut terdapat dalam Sahih Muslim. Semoga kita dan keluarga mati dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin.

Baca Juga :  Setan Selalu Mengintai, Ini Nasihat Ibn 'Athaillah untuk Menghadapinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here