Doa Kafaratul Majelis

0
14410

BincangSyariah.Com – Sebagai makhluk sosial, manusia pasti tidak akan terlepas dari aktifitas berkumpul bersama-sama satu dengan lainnya. Baik berkumpul sekedar melepas rindu atau untuk merapatkan sesuatu.

Dalam aktivitas tersebut, tidak menutup kemungkinan ada obrolan yang menyinggung satu sama lain atau melakukan suatu kesalahan. Oleh karena itu, Rasulullah saw. mengingatkan umatnya agar membaca doa kafaratul majelis. Doa yang dibaca setiap akan berdiri dari suatu majelis atau tempat duduk. Doa tersebut adalah sebagaimana terdapat dalam riwayat hadis berikut ini.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ ، فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ. رواه الترمذي.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang duduk di suatu majelis, maka ia telah banyak melakukan keluputan di dalamnya. Maka ia (hendaknya) ia berdoa sebelum ia berdiri dari tempat duduknya itu, subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik (Maha Suci Engkau Wahai Allah dan dengan memujiMu, Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Engkau), melainkan telah diampuni baginya apa yang telah ia lakukan selama di majelis itu.” (HR. At-Tirmidzi).

عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: بِأَخَرَةٍ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ مِنَ الْمَجْلِسِ: «سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ» فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّكَ لَتَقُولُ قَوْلًا مَا كُنْتَ تَقُولُهُ فِيمَا مَضَى، فَقَالَ: «كَفَّارَةٌ لِمَا يَكُونُ فِي الْمَجْلِسِ». رواه ابوداود.

Baca Juga :  Doa agar Diringankan Beban Hidup

Dari Abi Barzah Al-Aslami, ia berkata, Rasulullah saw. selalu berdoa di akhir ketika beliau hendak berdiri dari tempat duduknya, “subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik (Maha Suci Engkau Wahai Allah dan dengan memujiMu, Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Engkau), lalu ada seseorang yang bertanya, “Wahai Rasulullah, sungguh engkau telah mengucapkan apa yang sebelumnya belum pernah engkau katakan. Kemudian beliau bersabda, “(Doa itu adalah) pelebur (dosa) terhadap apa yang ada di dalam majelis.” (HR. Abu Daud).

Demikianlah doa kafaratul majelis yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Fungsinya adalah untuk meminta ampunan kepada Allah swt. atas segala kekhilafan dan keluputan yang dilakukan selama di dalam suatu mejelis atau tempat duduk. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Anda dapat membaca artikel-artikel Annisa Nurul Hasanah lainnya di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here