Doa-Doa Al-Qur’an: Nabi Zakariya dan Doa Agar Diberi Keturunan yang Baik

0
290

BincangSyariah.Com – Setiap manusia yang telah melangsungkan pernikahan tentu berharap memiliki keturunan. Sebagian diberi dalam waktu cepat, sebagian lainnya membutuhkan waktu dan usaha yang lebih untuk mendapatkan keturunan. Keturunan yang diharapkan tentu merupakan keturunan yang sholih dan sholihah agar menjadi permata dan rezeki yang menentramkan. Bukan menjadi fitnah dan ujian dalam hidup, Naudzubillah min dzaalik.

Sebagian mungkin ada yang merasa kalau memiliki keturunan sudahlah tidak mungkin karena memiliki sedikit masalah pada kesehatan reproduksinya. Tetapi hal tersebut bisa menjadi mungkin bagi Allah Pemilik Segala. Sebagai muslim selain ikthiyar lahir kita juga harus melakukan ikhtiyar batin berupa panjatan doa yang terus dilafalkan terutama di setiap menunaikan solat. Doa-doa yang dipanjatkan bisa doa dengan bahasa sendiri juga bisa doa yang telah diajarkan oleh para nabi.

Dalam Tafsir at-Thobari karya Imam At-Thobari terdapat keterangan tentang surat Ali ‘Imran: 35-41. Dikisahkan bahwa Nabi Zakariya yang mendapatkan amanah untuk mengurus Maryam, Ibunda Nabi Isa As., memenjatkan doa agar diberi keturunan yang baik dan shalih. Usianya yang telah sepuh begitu juga istrinya nampaknya sulit dan hampir mustahil untuk bisa memiliki keturunan. Namun ternyata Allah SWT mendengarkan doa Nabi Zakariya yang termaktub dalam surat Ali ‘Imran: 38,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

Dalam surat tersebut juga diterangkan setelah Nabi Zakariya memanjatkan doa  Nabi Zakariya didatangi sosok malaikat saat ia mendirikan solat untuk memberi sebuah kabar baik. Malaikat mengabarkan bahwa Allah telah menganugerahinya keturunan yang kelak menjadi seorang Nabi bernama Yahya, berakhlak mulia dan sholih. Cerita tersebut termaktub pada ayat selanjutnya:

Baca Juga :  Baca Doa Berikut Setiap Hari di Bulan Shafar

فَنَادَتْهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَهُوَ قَاۤىِٕمٌ يُّصَلِّيْ فِى الْمِحْرَابِۙ اَنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيٰى مُصَدِّقًاۢ بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَسَيِّدًا وَّحَصُوْرًا وَّنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

Artinya: Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, “Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang saleh.”

Terdapat beberapa pendapat di kalangan ahli tafsir mengenai makna dari kata al-malaaikat yang merupakan bentuk jamak (plural) dari kata malakun yang berarti malaikat. Sebagian ahli tafsir dari Madina, Kuffah dan Basroh mengamini bahwa kata al-malaikat  merupakan bentuk jamak  yang menggunakan ta’ ta’nits. Imam At-Thobari menyebutkan bahwa Ibnu Mas’ud justru membaca dengan:

فَنَادَاهُ جِبْرِيلُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ

 

Sehingga kemudian sebagian ulama Ahli Tafsir menta’wil kata al-malaikat kepada malaikat Jibril. Jibrillah yang dianggap pembawa berita bahagia itu kepada Nabi Zakariyya. Namun pada ayat berikutnya dijelaskan bahwa Nabi Zakariyya sempat merasa heran dan bingung sebab usianya yang sudah sepuh dan tidak memungkinkan untuk mendapatkan keturunan.

قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَاَتِيْ عَاقِرٌ ۗ قَالَ كَذٰلِكَ اللّٰهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاۤءُ

Artinya: Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?” Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”

Lalu Allah memberi tanda kepada Nabi Zakariyya berupa ketidakmampuannya untuk berbicara kepada manusia kecuali melalui isyarat. Seperti yang difirmankan Allah pada ayat berikutnya:

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةً ۗ قَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَةَ اَيَّامٍ اِلَّا رَمْزًا ۗ وَاذْكُرْ رَّبَّكَ كَثِيْرًا وَّسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْاِبْكَارِ

Baca Juga :  Doa Agar Dijauhkan dari Sifat Dengki

Artinya: Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” Allah berfirman, “Tanda bagimu, adalah bahwa engkau tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu banyak-banyak, dan bertasbihlah (memuji-Nya) pada waktu petang dan pagi hari.”

Demikianlah yang terjadi pada Nabi Zakariyya. Ia dan istrinya yang telah sepuh masih bisa diberi keturunan berupa manusia yang kelak menjadi seorang Nabi dan pemimpinnya orang-orang sholih. Semua terjadi atas kehendak Allah. Doa yang termaktub dalam surat Ali Imron ayat 36 menurut sebagian ulama juga bisa dipanjatkan bagi yang belum menikah sebagai upaya bathiniyyah untuk mendapatkan keturunan sholih pada suatu hari nanti. Doa ini bisa dipanjatkan setiap lepas sholat terutama sholat fardu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here