Doa Berlindung dari Keburukan Pasangan, Anak, Tetangga, Kawan dan Harta

1
3101

BincangSyariah.Com –Orang-orang yang berlomba mengejar kesenangan dunia ini ibarat orang-orang yang berada dalam sebuah permainan yang melalaikan, tidak lama lagi permainan itu akan berakhir dan menyisakan kelelahan yang tidak berarti.

Jika memang dunia ini sebuah permainan yang tidak lama akan berakhir, lantas kenapa harus mati-matian memberi permainan tersebut dengan menggadaikan akhirat yang kekal? Sebuah ayat yang perlu direnungkan bersama adalah QS Al An’am ayat 32

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya ?

Akhirat memang lebih baik, di sanalah kita akan menuai hasil amal semuanya. Sebab itulah dunia banyak disebut sebagai tempat untuk bercocok tanam. Menabung setiap biji amal kebaikan sebanyak-banyaknya, agar tidak merugi di kehidupan selanjutnya. Untuk mendapatkan panen yang baik, kita membutuhkan lahan dan bibit yang baik.

Begitu pun dengan kehidupan kita, keadaan sekitar adalah pengaruh terkuat dalam segalanya. Sebab itulah kita selalu mengharapkan pasangan, anak, tetangga, kawan dan harta yang baik pula. Baik di sini dalam artian mereka tidak melalaikan kita dalam menunaikan setiap kewajiaban.

Pasangan, anak, tetangga, kawan dan harta adalah sebuah titik netral. Bisa mengantarkan pada amal yang baik jika mereka baik. Namun juga bisa menyusupkan hal-hal jelek yang membuat kita terpengaruh untuk berbuat kejelekan pula. Sebab pengaruh dari orang-orang sekitar sangatlah menentukan siapa kita sebenarnya. Barangsiapa yang hidup di tengah orang-orang baik dan penuh integritas, maka ia akan terselamtkan dan mendapatkan arah kehidupan yang terang.

Baca Juga :  Bacaan Shalawat Ketika Hendak Meninggalkan Suatu Majlis

Rasulullah mengajarkan doa yang bisa dibaca untuk menyelamatkan kita dari buruknya pasangan, anak, tetangga, kawan, dan harta. Diceritakan oleh Abu Hurairah bahwa doa tersebut adalah dalah satu doa yang sering dibaca oleh Rasulullah. Doa tersebut adalah sebagai berikut:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال كان من دعاء رسول الله صلى الله عليه وسلم : اللهم اني اعوذبك من جار السوء ومن زوج تشيبني قبل المشيب ومن ولد يكون علي ربا ومن مال يكون علي عذابا ومن خليل ماكر عينه تراني وقلبه يرعاني إن رأى حسنة دفنها وإذا رأى سيئة أذاعها

Allahuma inni a’uzubika min jaaris su’i wa min zauji tusayyibuni qablal masyib wa min waladin yakunu ‘alayya rabban wa mim maalin yakunu ‘alayya azaban wa min khalilin maakirin ‘ainuhu tarani wa qalbuhu yar’ani in ra’a hasanatan dafanaha wa iza ra’a sayyi’atan ‘aza’aha

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari tetangga yang jahat, dari pasangan yang menjadikanku tua (beruban) sebelum waktunya, dari anak yang berkuasa kepadaku, daru harta yang menjadi siksa kepadaku, dari kawan dekat yang berbuat maker kepadaku, matanya melihat dan hatinya terus mengawasi, namun kalau melihat kebaikan, ia timbun dan kalau melihat kejelakan, ia sebarkan (HR Thabrani)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here