Doa Al-Qur’an: Doa Agar Mendapat Jodoh dan Keturunan yang Sholih

0
1786

BincangSyariah.Com –  Setiap manusia tentu menginginkan pasangan yang sholih/sholihah agar kelak mendapatkan keturunan yang sholih. Dalam mewujudkan keinginan tersebut kita tidak hanya berangan-angan saja, tetapi juga berupaya memperbaiki diri dan berdoa, memohon kepada Allah Sang Pemilik Segala.

Upaya perbaikan diri berupa belajar dengan sungguh, memperdalam ilmu agama, memperbaiki ritual ibadah, memperbaiki kualitas akhlak dan lain-lain. Selain itu, kita juga perlu upaya berupa melangitkan doa-doa agar Allah membantu kita mempertemukan diri kita dengan jodoh dan keturunan yang sholih. Doa tersebut tercantum dalam surat al-Furqon ayat 74:

رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا ٧٤

Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa

Dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim karya Ibn Katsir bahwa yang dimaksud dari penyenang hati adalah orang-orang yang taat akan perintah Allah, giat beribadah. Ibn Katsir mengutip perkataan Imam Hasan Bashri (w. 728 M) maksud dari penyejuk hati ini mencakup untuk pasangannya, saudaranya, dan keturunannya sampai anak cucu. Sehingga jika seorang hamba berdoa dengan ayat ini, ia berdoa untuk kebaikan dirinya dan keluarganya. Dan permohonan dengan menggunakan doa ini agar kelak ia dan keturunannya menjadi pemimpin orang-orang yang bertakwa artinya ialah agar mereka diikuti oleh hamba-hamba yang berbuat kebaikan.

Sedangkan Ibnu Abbas (w. 687 M) memaknai “penyenang hati” adalah orang-orang yang taat kepada Allah sehingga membuat tenang dan sejuk saat melihatnya. Begitu juga Ikrimah (w. 723 M) yang memaknai “penyenang hati” sebagai orang yang taat, bukanlah rupawan fisiknya.

Abdurahman bin Zaid bin Aslam memaknainya sedikit berbeda, “penyenang hati” yang ia maksud adalah mereka yang ditunjukkan kepada agama Islam (w. 798 M). Baginya, orang-orang yang berdoa demikian adalah orang yang berharap kelak keturunannya tetap memegang tauhid, menyembah Allah semata. Jika dilihat dari berbagai makna yang diurai oleh para ahli tafsir, maka makna kesemuanya mengarah pada harapan mendapat pasangan dan keturunan yang taat dan berakhlak mulia.

Baca Juga :  Doa Al-Qur'an: Doa Memohon Perlindungan dari Setan ala Nabi Muhammad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here