Doa Agar Hati Bersatu dengan Kebenaran

1
3713

BincangSyariah.Com – Sering kali, dalam hidup ini hati kita dijebak dalam keputusan yang akan kita pilih. Masing-masing dari hasil keputusan hati tersebut  akan memberikan makna yang berbeda dan berkaitan dengan masalah yang beda pula. Masalah itu datang secara tak terduga-duga dan menyusup dibalik setiap ketenangan yang ada. Kadang hati berkata iya, namun tidak relevan dengan kebenaran. Oleh karena itu, satu – satunya cara bagi kita adalah bagaimana menemukan sebuah solusi yang dapat menyelaraskan hati bersatu dengan kebenaran.

Untuk mendapatkan hati bersatu dengan kebenaran, kita tentu hanya bisa meminta pada sang dzat yang bisa membolak-balikkan hati. Ia adalah Allah yang Maha Kuasa. Sebab hanya Allah sajalah yang bisa menyusupkan hidayah pada hati tiap insan yang bernyawa. Dikisahkan dalam Tafsir Ibnu Katsir bahwa masalah petunjuk adalah urusan Allah, bukan Rasulullah bukan pula manusia lainnya. Dalam QS al Qasas ayat 56 Allah berfirman:

 إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

Meminta kepada Allah untuk bisa memiliki hati yang bersatu dengan kebenaran bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan membaca doa yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabat. Doa tersebut terangkum dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, sebuah hadis yang dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Adabul Mufrad. Doa tersebut adalah sebagai berikut:

للَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا

Baca Juga :  Doa Nabi Daud Ketika Selesai Berbuka Puasa

Allaahumma allif bayna quluubinaa wa ashlih dzaata bayninaa wahdinaa subulas salaam wanajjinaa minazh zhulumaati ilan nuur wa jannibnaal fawaahisya maa zhahara minhaa wa maa bathan wa baarik lanaa fii asmaa’inaa wa abshaarinaa wa azwaajinaa wa dzurriyaatinaa wa tub’alaynaa, innaka antat tawwaabur rahiim waj’alnaa syaakiriina lini’amik, mutsniina bihaa ‘alayk, qaabiliina lahaa, wa atmimhaa ‘alaynaa.

Ya Allah, satukanlah hati kami, perbaikilah urusan kami, berilah kami petunjuk menuju jalan keselamatan, selamatkanlah kami dari kegelapan menuju jalan yang terang. Jauhkanlah kami dari perbuatan keji, yang tampak maupun yang tersembunyi, berkahilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/istri kami, dan anak keturunan kami, terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang, jadikanlah kami senantiasa bersyukur atas setiap nikmat dari-Mu, jadikanlah kami senantiasa memujimu atas nikmat tersebut, senantiasa menerima nikmat tersebut, dan mohon sempurnakanlah nikmat tersebut untuk kami.” (HR. Abu Daud )

Membaca dan memperbanyak doa di atas merupakan salah satu usaha lahiriyah kita sebagai hamba. Perkara kapan dan bagaimana bentuk perwujudannya, tentu itu kita kembalikan lagi kepada Allah. Yang terlebih penting dalam hal ini adalah kita tetap memohon kepada Allah agar hati tidak berseberangan dan menyatu pada kebenaran di jalan-Nya. Allah adalah sang pemberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya, maka kepada-Nya lah kita meminta.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here