Doa Agar Bisa Tidur dengan Nyenyak

0
45

BincangSyariah.Com – Ketika kita tidur, baik di waktu siang maupun malam, kita tentunya menginginkan agar kita tidur dengan nyenyak. Sebaliknya, kita tidak menginginkan tidur kita terganggu, baik oleh mimpi buruk, susah tidur, dan lainnya. Agar kita bisa tidur dengan nyenyak, maka kita hendaknya membaca doa ini sebelum tidur. Lafadz doanya adalah sebagai berikut;

اللَّهُمَّ غَارَتِ النُّجُومُ وهَدَأَتِ الْعُيُونُ وَأَنْتَ حَيٌّ قَيُّومٌ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ أهْدِئْ لِيَلِي وأَنِمْ عَيْنِي

Allohumma ghaarotin nujuum wa hada-atil ‘uyuun wa anta hayyun qoyyuum. Yaa hayyu yaa qoyyuum, ahdi’ lailii wa anim ‘ainii.

Ya Allah, bintang-bintang telah redup, mata-mata telah terpejam, Engkau adalah Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri, tenangkanlah malamku dan lelapkanlah mataku.

Doa ini terdapat dalam kitab Majmu’ah Ahzab wa Awrad Al-Syaikh Al-Akbar Ibnu Arabi berikut;

من قرأ هذا الدعاء ينام لذيذا: اللَّهُمَّ غَارَتِ النُّجُومُ وهَدَأَتِ الْعُيُونُ وَأَنْتَ حَيٌّ قَيُّومٌ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ أهْدِئْ لِيَلِي وأَنِمْ عَيْنِي

Barangsiapa membaca doa ini, maka dia akan tidur dengan nyenyak: Allohumma ghaarotin nujuum wa hada-atil ‘uyuun wa anta hayyun qoyyuum. Yaa hayyu yaa qoyyuum, ahdi’ lailii wa anim ‘ainii.

(Ya Allah, bintang-bintang telah redup, mata-mata telah terpejam. Engkau adalah Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, wahai Dzat Yang Maha Hidup dan wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri, tenangkanlah malamku dan lelapkanlah mataku).

Doa Saat Susah Tidur dari Rasulullah

Paling tidak terdapat 3 riwayat yang mana Rasulullah mengajarkan sebuah doa agar terhindar dari susah tidur.

Pertama, doa tidur riwayat Zaid bin Tsabit

Suatu ketika Zaid bin Tsabit susah tidur karena suatu alasan. Kemudian ia mengadu kepada Nabi Saw, dan beliau mengatakan kepada Zaid agar membaca doa ini:

اللَّهُمَّ غَارَتِ النُّجُومُ ، وهَدَأَتِ الْعُيُونُ ، وَأَنْتَ حَيٌّ قَيُّومٌ ، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ أَنِمْ عَيْنِي وأهْدِئْ لِيَلِي

“Wahai Tuhan yang mengorbitkan bintang-bintang, Yang membuat mata terpejam, Engkau adalah Yang Hidup dan Terjaga, wahai yang Hidup dan Terjaga lelapkanlah mataku dan redupkanlah malam.”

Setelah membaca doa ini, tetiba penyakit susah tidurnya pun hilang. Zaid kembali bisa tidur seperti biasa, demikian penuturan Zaid dalam riwayat tersebut. Riwayat Zaid ini juga terdapat di dalam kitab al-Mu’jam al-Kabir karya al-Thabrani. Tampaknya Imam Ibnu Arabi juga mengambil dari riwayat ini.

Kedua, riwayat Khalid bin Walid

Khalid bin Walid pernah curhat kepada Nabi Saw keadaannya yang susah tidur di waktu malam, kemudian Nabi menyarankannya beberapa hal berikut:

فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَعَوَّذَ عِنْدَ مَنَامِهِ بِكَلِمَات اللهِ التَّامَاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَمِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

Kemudian Rasulullah memerintahkannya untuk bertaawwudz (berdoa minta perlindungan kepada Allah) ketika hendak tidur dengan membaca: “Aku berlindung kepada Allah dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan-Nya, dan dari kejahatan hamba-Nya dan dari godaan setan yang menghampiri.”

 Riwayat yang kedua ini sebagaimana dituturkan oleh Abu Thayyib al-Adzim Abadi juga dapat dirujuk di dalam kitab Ibn Sunni.

Ketiga, riwayat Khalid bin Walid

Riwayat ini juga berkaitan dengan riwayat Khalid sebelumnya. Namun dengan resep doa yang berbeda.

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَمَا أَظَلَّتْ وَرَبَّ الأَرَضِينَ وَمَا أَقَلَّتْ وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضَلَّتْ كُنْ لِي جَارًا مِنْ شَرِّ جَمِيعِ الْجِنِّ وَالإِنْسِ ، وأَنْ يُفْرَطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ أَنْ يُؤْذِيَنِي عَزَّ جَارُكَ وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَلا إِلَهَ غَيْرُكَ

“Ya Allah Tuhan langit dan apa yang dinaungi, Tuhan Bumi dan apa yang diangkat, Tuhannya para setan  dan apapun yang disesatkan, Jadilah Engkau (wahai Tuhanku) yang berada di sisiku (melindungiku) dari seluruh kejahatan jin dan manusia, dari tindakan berlebih-lebihan mereka atau dari gangguan salah satu dari mereka. perlindungan-Mu sangatlah agung demikian pula juga pujian kepada-Mu, dan tiada Tuhan selain-Mu.”

Riwayat yang bersumber dari sahabat Khalid ini dapat juga ditemukan di dalam kitab-kitab hadis lainnya seperti, Musnad al-Bazzar karya Abu Bakar al-Bazzar, al-Mu’jam al-Kabir karya al-Thabrani, dan dalam Mushannaf Ibn Abi Syaibah karya Abu Bakar Ibn Abi Syaibah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here