Doa Abdullah bin Mas’ud Ketika Sudah Memasuki Gerbang Pasar

0
647

BincangSyariah.Com – Bangsa Arab memiliki banyak pasar terkenal seperti ‘Ukāz, Majinnah, Dzul Majaz. Beberapa penulis sejarah tentang Mekkah menyebut bahwa orang-orang Arab biasa bermukim di ‘Ukaz ketika awal bulan Dzul Qa’dah tiba untuk berdagang. Kemudian, beranjak ke Majinnah setelah 20 hari berlalu/ dan ketika mereka melihat bulan pertama di awal bulan Dzulhijjah mereka pergi ke Dzul Majaz dan tinggal di sana selama 8 malam. Dagangan yang biasa orang-orang dapatkan dari Syam sendiri adalah gandum, anggur kering, buah zaitun dan beberapa hasil tenun khas Syam. Keterangan ini dapat dirujuk dalam al-Sirah al-Nabawiyyah karya al-Shallabi.

Pasar-pasar bangsa Arab Mekkah zaman dahulu bisa dikatakan sebagai pasar musiman dalam budaya kita. Mereka berpindah-pindah sesuai dengan pergantian bulan atau musim. Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Ibn ‘Abbas, ia mengisahkan:

قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا كَانَ ذُو الْمَجَازِ وَعُكَاظٌ مَتْجَرَ النَّاسِ فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَلَمَّا جَاءَ الإِسْلاَمُ كَأَنَّهُمْ كَرِهُوا ذَلِكَ حَتَّى نَزَلَتْ {لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلاً مِنْ رَبِّكُمْ} فِي مَوَاسِمِ الْحَجِّ

“Ibn ‘Abbas menceritakan bahwa dahulu Dzul Majaz dan ‘Ukaz adalah pasar bagi orang-orang Jahiliyah. Tatkala Islam datang, seakan-akan orang Islam membenci keberadaan pasar tersebut sampai kemudian turun ayat, ‘tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia Allah’ pada musim-musim haji.”

Dari hadis di atas, jelas bahwa terdapat dua pasar yang telah beroperasi sejak dahulu, sejak zaman jahiliyah, yakni pasar ‘Ukaz dan Dzul Majaz. Ibn Baththal dalam Syarh Shahih al-Bukhari menyebutkan bahwa pada musim-musim haji, orang-orang Jahiliyah maupun orang Islam mulanya enggan untuk melakukan perdagangan di musim-musim haji karena takut untuk mencampurkan amalan ibadah dengan perdagangan, namun kemudian turun ayat di atas, surah al-Baqarah ayat 198 yang membolehkan melakukan kegiatan jual beli pada waktu-waktu wukuf di Arafah.

Baca Juga :  Sepuluh Adab Berdoa Versi Imam Al-Ghazali

Dalam kitab Ad-Du’a, karya Imam Thabrani disebutkan  sebuah riwayat dari Sulaim bin Handzalah bahwa tatkala Abdullah bin Mas’ud memasuki gerbang pasar, beliau membaca doa berikut;

أللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْئَلُكَ خَيْرَها وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا

Allohumma inni as-aluka khoiroha wa khoiro ahliha wa a’uzu bika min syarriha wa syarri ahliha.

Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan pasar ini dan kebaikan penghuninya dan saya berlindung kepada-Mu dari keburukan pasar ini dan keburukan penghuninya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here