Di Empat Waktu Ini, Membaca Surah Al-Ikhlas dan Mu’awwizatain Sangat Dianjurkan

0
1733

BincangSyariah.Com – Surah al-Ikhlas, surah al-Falaq dan surah an-Nas (mu’awwizatain) merupakan tiga surah paling terakhir dari urutan surah-surah dalam Alquran. Tentu tiga surah ini sudah sangat masyhur di kalangan kaum muslimin. Hal ini karena selain pendek, juga karena tiga surah ini memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan sehingga diperintahkan untuk selalu dibaca.

Setidaknya, ada empat kondisi yang sangat dianjurkan untuk membaca surah al-Ikhlas dan mu’awwizatain sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat berikut;

Pertama, ketika berada di pagi dan sore hari. Keutamaan membaca surah al-Ikhlas dan mu’awwizatain ketika pagi dan sore hari sebanyak tiga kali akan dijaga dari segala bentuk keburukan. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Mu’az bin Abdullah, dia berkisah bahwa suatu ketika dia disuruh membaca sebuah kalimat oleh Nabi Saw hingga tiga kali. Kemudian dia berkata;

فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَقُولُ قَالَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِى وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ

“Maka saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, apak yang harus aku baca?’ Nabi Saw berkata, ‘Qul huwallahu ahad dan mu’awwizatain ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka hal tersebut akan mencukupkanmu dari segala keburukan.”

Kedua, sebelum tidur. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Sayidah Aisyah, dia bekata;

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا  قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ  وَ  قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ  وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ  ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

Baca Juga :  Doa Mohon Keturunan yang Baik

“Nabi Saw ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surah al-Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surah al-Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surah al-Nas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.”

Ketiga, setelah selesai melaksanakan shalat fardhu. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Nasai dari Uqbah bin ‘Amir, dia berkata;

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ الْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Rasulullah Saw memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwizat setiap selesai shalat.”

Keempat, ketika hendak meruqyah. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ نَفَثَ فِى كَفَّيْهِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَبِالْمُعَوِّذَتَيْنِ جَمِيعًا ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ ، وَمَا بَلَغَتْ يَدَاهُ مِنْ جَسَدِهِ . قَالَتْ عَائِشَةُ فَلَمَّا اشْتَكَى كَانَ يَأْمُرُنِى أَنْ أَفْعَلَ ذَلِكَ بِهِ

“Rasulullah ketika hendak tidur, beliau meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca ’Qul huwallahu ahad’ (surah al-Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surah al-Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surah al-Nas). Kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, ‘Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal tersebut kepada beliau.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here