Bolehkah Berdoa dengan Lafaz In Syi’ta

0
613

BincangSyariah.Com – Di saat genting, semua doa akan dibaca. Bahkan terkadang sampai salah ucap doa. Doa yang seharusnya dibaca sebelum makan dan tidur, tanpa dirasa ikut terbawa suasana. Bahkan biasanya bernazar dengan kata andai atau jikalau, hamba akan begini dan begitu. Air matanya sampai-sampai menambah debit air laut dari saking khusyuknya. Akhirnya pertolongan Allah Swt. datang menghampirinya. Akhirnya ia selamat sampai ke pinggir pantai.

Artinya, ketika kita minta dengan sungguh-sungguh maka pasti akan diijabah. Sesuai dengan janji-Nya, Allah Swt. tidak akan berhutang permintaan. Semua doa seorang hamba pasti dikabulkan. Hanya doa orang yang tidak yakin dan main-main saat berdoa saja yang tidak diijabah. Karena salah satu syarat terkabulnya doa adalah harus yakin dan khusyuk. Rasulullah Saw. bersabda:

ادعوا الله وانتم موقنون بالاجابة واعلموا ان الله لا يقبل دعاء من قلب غافل لاه

Ud’ullaha waantum muqinuna bilijabati. Wa’lamu annallaha la yaqbalu du’aan min qolbin ghafilin lahin.

Berdoalah kepada Allah Swt. seraya yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah Swt. tidak akan menerima doa hamba-Nya yang hatinya lupa pada-Nya dan main-main. (HR. Tirmidzi, Mukhtarul Hadits)

Seperti halnya di atas, ketika dalam keadaan terdesak dan genting atau sangat bahaya, pasti doa yang dipanjatkan amat khusyuk. Air mata akan membanjiri tangan dan sejadah. Itu menandakan betapa faqir-nya makhluk pada Sang Kholiq. Kita sebagai hamba harus yakin dengan apa yang diminta. Karena Allah Swt. akan mengabulkan doa dari hati yang yakin dan pasrah pada-Nya.

Tidak perlu menggunakan lafadz “insyi’ta“, jika Engkau berkehendak, saat berdoa. Lafadz tersebut dilarang oleh Nabi Muhammad Saw. untuk diucapkan dalam doa. Beliau Saw. bersabda:

Baca Juga :  Doa Agar Terhindar dari Perbuatan Maksiat

لا يقولن احدكم أللهم اغفرلي ان شئت أللهم ارحمني ان شئت ليعزم المسألة فانه لا مكره له

La yaqulanna ahadukum allahumma ighfirli insyi’ta allahummarhamni insyi’ta liya’zimil mas’alata fainnahu la mukriha lahu.

Janganlah kalian berdoa (misal) “Ya Allah, jika engkau berkehendak, maka ampunilah hamba. Ya Alah kasihanilah hamba jika Engkau berkehendak., akan tetapi hendaklah berdoa menuju pada inti yang diminta. Karena sesungguhnya tidak ada yang dapat memaksa Allah Swt. (HR. Bukhori-Muslim. Hal. 326-327)

Artinya, berdoa harus yakin. Berdoa tidak boleh sambil main-main. Berdoa juga tidak perlu mendikte Allah Swt. Tugas kita hanya meminta, soal diberi atau tidak itu urusan Allah. Hindarilah kata” jikalau atau seandainya” saat berdoa. Allah Ta’ala A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here