Berdoalah dengan Ismul Azham saat Mengalami Kesusahan            

0
330

BincangSyariah.Com – Al-Imam Dhiya’uddin al-Maqdisi dalam kitabnya al-‘Uddah li al-Kurabi wa al-Syiddah, menginventarisasi sekian riwayat yang berisi doa yang dibaca oleh Nabi Saw., dan dibaca oleh beberapa sahabatnya lalu dibenarkan oleh Nabi Saw. ketika mengalami kesusahan yang sangat berat.

Dalam sebuah riwayat dari Ibn ‘Abbas Ra., disebutkan bahwa Nabi Saw. membaca doa berikut ini ketika mengalami kesusahan,

لَا اِلهَ إِلَّا اللهُ العَظِيْمُ الحَلِيْمُ، لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ العَرْشِ الْكَرِيْمِ، لَا إلهَ إِلَّا اللُه رَبُّ السَّمَاوَاتِ و رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Agung, Maha Lembut. Tiada Tuhan selain Allah, Pemilik ‘Arsy Yang Maha Mulia. Tiada TUhan Selain Allah, Pemilik seluruh langit dan ‘Arsy yang Agung.”

Ada redaksi lain dari riwayat doa tersebut yang dicantumkan oleh al-Maqdisi. Riwayat tersebut dibaca oleh salah seorang sahabat dan didengar oleh Rasulullah Saw. Doanya adalah sebagai berikut:

الّلهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ، لَا إِلهَ إِلَّا أَنْتَ يَا مَنَّانُ يَا بَدِيْعَ  السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلَاَل وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ إِنِّي أَسْأَلُكَ …

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku bermohon kepada Engkau, Tiada Ada Tuhan kecuali Dirimu, Wahai Yang Maha mencurahkan nikmat, Pencipta seluruh langit dan bumi, wahai pemilik kebesaran dan kemuliaan, Yang Maha Hidup Maha Mengurusi Alam Semesta, aku bermohon kepadamu.”

Ketika Nabi Saw. sedang duduk bersama Anas bin Malik Ra. Dan sahabat-sahabat lain, beliau mendengar orang tersebut berdoa demikian. Lalu Nabi Muhammad Saw. berseloroh: “kalian tahu dia berdoa dengan apa ?“ Para sahabat hanya menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau lalu berkata: “Demi jiwaku yang berada di genggaman-Nya, sungguh dia telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang Agung (al-Ismu al-A’zham), jika hamba berdoa dengan Ismul A’zham, Allah niscaya mengabulkannya. Jika Allah diminta, Dia niscaya memberikannya.”

Baca Juga :  Adab Bersin di dalam Islam

[Disarikan dari kitab: Al-‘Uddah lil Kurabi wasy Syiddah, karya Dhiya’uddin al-Maqdisi]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.