Benarkah Doa di Antara Azan dan Iqamat Dikabulkan?

1
3075

BincangSyariah.Com – Setiap harinya umat Islam akan mendengarkan azan berkumandang lima kali di masjid atau musala. Biasanya setelah azan, salat tidak langsung dilaksanakan, tetapi, imam atau muazin akan menunggu jamaah lainnya datang selama lima atau sepuluh menit. Setelah itu, iqamat pun dikumandangkan sebagai tanda salat berjamaah akan dilaksanakan. Lalu benarkah waktu antara azan dan iqamah adalah waktu mustajab atau berpotensi dikabulkannya doa?

Sangat tepat sekali bahwa di antara waktu-waktu mustajab atau dikabulkannya doa adalah waktu antara azan dan iqamat. Hal ini didasarkan pada hadis riwayat Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ. رواه الترمذي.

Doa itu tidak ditolak di antara azan dan iqamat. (H.R. At-Tirmidzi).

Terkait hal ini imam Al-Imrani di dalam kitabnya Al-Bayan berkata:

ويستحب أن يدعو الله بين الأذان والإقامة؛ لما روى أنس رضي الله عنه أن النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ قال: «الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة، فادعوا.

Disunahkan berdoa kepada Allah Swt. antara azan dan iqamat, berdasarkan riwayat Anas bin Malik bahwa Nabi saw. bersabda, doa itu tidak ditolak di antara azan dan iqamat, maka berdoalah kalian.”

Sementara itu Imam Al-Mubarakfuri memberikan penjelasan tentang hadis tersebut di dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi, syarah dari Sunan At-Tirmidzi. Yakni maksud dari tidak tertolaknya doa pada hadis tersebut adalah doanya mustajab atau dikabulkan. Namun menurut Imam As-Suyuti dengan syarat doanya bukan berkaitan dengan kemaksiatan, atau memutus silaturahim. Imam Al-Mubarakfuri juga mengutip pendapat Imam Al-Munawi,

قال المناوي تحت قوله مستجاب أي بعد جمع شروط الدعاء وأركانه وآدابه فإن تخلف شيء منها فلا يلوم إلا نفسه انتهى

Baca Juga :  Doa untuk Orang yang Memberikan Sebagian Hartanya

Imam Al-Munawi berkata tentang maksud doa mustajab. Yakni setelah memenuhi syarat doa, rukun doa, dan tata krama dalam berdoa. Jika bertentangan dari itu, maka dirinya introspeksi diri.

Dengan demikian waktu antara azan dan iqamat adalah termasuk waktu yang berpotensi untuk dikabulkannya doa. Dengan syarat doa yang ia panjatkan bukanlah tentang keburukan dan sesuai dengan adab atau tatakrama dalam berdoa. Oleh karena itu, tidak heran jika di sebagian banyak masjid dan musalla melantunkan doa dan salawat dalam bentuk syiir/lagu yang diistilahkan dengan pujian di tanah Jawa antara azan dan iqamat. Wa Allahu a’lam bis shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here