Bacaan Tasyahud Akhir yang Diajarkan Nabi

46
243377

BincangSyariah.Com – Bacaan tasyahud akhir lebih panjang dibanding bacaan tasyahud awal. Hal ini karena tasyahud akhir terdiri dari tiga unsur bacaan, yaitu bacaan tasyahud atau lebih dikenal dengan tahiyat sebagaimana bacaan dalam tasyahud awal, bacaan shalawat kepada Nabi Saw. dan keluarganya dan dianjurkan membaca shalawat kamilah, dan bacaan doa untuk kebaikan dunia dan akhirat setelah membaca tahiyat dan shalawat kamilah.

Dalam tasyahud akhir, dianjurkan membaca tahiyat yang bersumber dari riwayat Abdullah bin Abbas dan Abdullah bin Mas’ud. Bacaan tahiyat dari gabungan kedua riwayat tersebut adalah sebagai berikut;

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ  أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Dalam tasyahud akhir, dianjurkan membaca shalawat kamilah. Menurut Imam Nawawi dalam kitab Almaqashid, shalawat kamilah merupakan bentuk shalawat paling utama yang perlu dibaca dalam tasyahud akhir. Yang dimaksud shalawat kamilah adalah sebagai berikut;

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Setelah membaca tahiyat dan shalawat kamilah di atas, kemudian membaca doa kebaikan dunia dan akhirat. Terkait doa ini, ada dua riwayat dari Abu Hurairah dan Sayyidina Ali.

Kedua doa dimaksud adalah sebagai berikut;

الَّلهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Baca Juga :  Doa Memohon Takdir Baik dalam Hidup

Dengan demikian, bacaan tasyahud akhir dari ketiga unsur di atas adalah sebagai berikut;

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ  أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، وبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ  الَّلهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ اللهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

“Attahiyyatul mubarokatush sholawatut toyyibatu lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokatuh. Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish sholihin.

Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluh. Allahumma sholli ‘ala muhammadin wa ‘ala ali muhammadin kama shollaita ‘ala ibrohima wa ‘ala ali Ibrohim, wa barik ‘ala muhammadin wa ‘ala ali muhammadin kama barokta ‘ala ibrohima wa ‘ala ali ibrohim innaka hamidum majid.

Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannama, wa min ‘adzabin nar, wa min  fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal. Allahummagh firli ma qoddamtu wa ma akh-khortu, wa ma asrortu wa ma a’lantu, wa maa asyroftu wa ma anta a’lamu bihi minni, antal muqoddimu wa antal mu’akh-khiru, la ilaha illa anta.

46 KOMENTAR

  1. Yang tertulis di atas, ada di hadits.
    Dan itu Rasulullaah kerjakan.
    Kalau yang guru ngaji ajarkan, coba tanya.
    Haditsnya apa?

  2. Untuk yang berkomen bahwa bacaan diatas itu tidak jelas maupun tidak benar, tolong untuk menahan dulu komentarnya sebelum langsung dilemparkan mari kita berpikir dahulu. Bacaan diatas itu berdasarkan apa yang diakatakan oleh nabi atau yang bisa dibilang ini bacaannya penganut Muhammadiyah. Jadi tolong jangan saling melontarkan komentar sebelum berpikir dahulu.

  3. Bagus lah yg penting yg sama kaya nabi
    Kalo ga sama si ngapain yg di nilai yg seperti ikut nabi nya bkn guru
    Guru ma bnyk saya jg bisa jd guru tp patokan utama bkn saya tp yg masih sama dg ucpqn nabi

  4. Jgn saling menyalahkan. Bilang gak jelas lah bilang ini lah itu lah. Klu salah beri tahu. Bkan ngomong ini itu. Hadeuhh. Dasar netizen awam.

  5. Menentukan benar atau salahnya harus berdasrkan al-qur’an dan hadits.
    semua org bisa berpendapat, tapi harus dengan ilmu, rosululloh muhammad s.a tidak suka di panggil sayyidina seperti nabi isa dan itu sudah di terangkan dlm hadits yg shohih

  6. Bolehkah hanya sampai bacaan masihi dajjal soalnya yang saya tau hanya sampai situ tpi kok ini ada lanjutan nya saya bingung dan baru tau juga mohon petunjuk nya karna ini berkaitan nya dengan sholat wajib

  7. guru kita dulu ajarkan yg pendek dan mudah supaya kita cpt dapat melaksanakan shalat. Seiring usia kita harus terus belajar dan membuka diri. Nah bacaan yg pendek kbanyakan di pakai untuk shalat sunnat.wallahu a’lam

  8. guru kita dulu ajarkan yg pendek dan mudah supaya kita cpt dapat melaksanakan shalat. Seiring usia kita harus terus belajar dan membuka diri. Nah bacaan yg pendek kbanyakan di pakai untuk shalat sunnat.wallahu a’lam

  9. Botuuul itu yg Bootuull.. tdk ada pake sayidinaa krn itu bkn sunnah yg diajarkan rasul kt.. sholatlah km sbagaimana km melihat aku sholat.. itu perintah tegas dr rasul kt.. jgn ikuti yg lain yg bkn sunnah rasul ..

  10. Ada kesalahan penulisan terjemah arab nya.
    Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannama, wa min ‘adzabin nar, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.

    harusnya. Wamin adzabil qobri bukan adzabin nar

  11. mending kalian nonton ke youtub ustad adi hidayat, yang ada dalil dan hadits nya, yang di tulis disini sangat berbeda . di mohon untuk melihat langsung yang versi ustad

  12. السلام عليكم
    mohon maaf semua, agar tdk menjadi fitnah dan perselisihan sesama muslim, mohon komentar nya tdk saling menyalahkan, yg rugi kita semua dan orang2 DILUAR kita akan tertawa dan senang. Pada dasarnya syari’at bersandar kpd AlQuran dan AsSunnah, maka kembalilah kpd ke2nya agar kita semua bersatu. Dan ingat lafaz2 dzikir dan doa dlm Ibadah tdk hanya satu macam tapi ada beberapa macam yg semuanya sohih sepanjang dia sesuai Kitabullah dan AlHadis sohih. Jadi mohon di maklumi dan kita wajib terus belajar dan mempelajari ilmu agama sepanjang hayat.
    والله أعلم بااصواب.

  13. AvatarIndra
    11 Juni 2020 at 7:38 PM
    Ini bacaanya salah… Harus ada sayyidina… Ini aliran mihamadiyah ya mas? Ko suka yg beda beda?

    Balas

    Hmmmmmmm komen ini tuh……..gabolehjulidgabolehjulid sabarsabar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here