Bacaan Istighfar Ulama Salafus Shalih

0
1819

BincangSyariah.Com –Disebutkan dalam kitab Abwabul Faraj, bahwa Syaikh Ali bin Abu Bakar al-Segaf menyebutkan dalam kitabnya Ma’arijul Hidayah, salah satu bentuk bacaan istighfar yang terkenal adalah bacaan istigfar yang dibca oleh Abu Abdullah al-Qurasyi berikut;

اللهم إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ أَذْنَبْنَاهُ استَعْمَدْنَاهُ أَوْ جَهِلْنَاهُ. وَنَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ تُبْنَا إِلَيْكَ مِنْهُ ثُمَّ عُدْنَاهُ فِيْهِ  وَ نَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الذُّنُوْبِ الَّتِيْ لاَ يَعْلَمُهَا غَيْرُكَ وَ لاَ يَسَعُهَا إِلاَّ حِلْمُكَ. وَنَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ مَا دَعَتْ إِلَيْهِ نُفُوْسُنَا مِنْ قِبَلِ الرَّخْصِ فَاشْتَبَهُ ذلك عَلَيْنَا وَهُوَ عندك حَرَامٌ  و نَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ عَمَلٍ عَمِلْنَاهُ لِوَجْهِكَ فَخَالَطَهُ مَا لَيْسَ لَكَ فِيْهِ لاَ إله إِلاَّ أنت يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Allohumma inna nastaghfiruka min kulli zanbin aznabnahu ista’madnahu aw jahilnahu wa nastaghfiruka min kulli zanbin tubna ilaika minhu tsumma ‘udnahu fihi, wa nastghfiruka minz zunubil lati la ya’lamuha ghairuka wa la yasa’uha illa hilmuka wa nastaghfiruka min kulli ma da’at ilaihi nufusuna min qibalir rokhshi fashtabaha zalika ‘alaina wa huwa ‘indaka haramun wa nastaghfiruka min kulli ‘amalin ‘amilnahu liwajhika fa kholathohu ma laisa laka fihi la ilaha illa anta ya arhamar rohimin.

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampunan-Mu dari segala dosa yang telah kami lakukan ataupun yang tidak kami ketahui, dan kami memohon ampunan-Mu dari setiap dosa yang kami telah bertobat sebelumnya kepada-Mu tetapi kami kembali mengulanginya, dan kami beristighfar dari setiap dosa yang tidak diketahui melainkan oleh-Mu dan tidak dirasakan kecuali oleh kelembutan-Mu, dan juga kami memohon ampunan-Mu dari segala yang diinginkan oleh nafsu kami, dalam masalah rukhshah, tetapi sesungguhnya itu masih syubhat atas kami, tetapi di sisi-Mu itu adalah perkara yang haram, dan kami mohon ampunan-Mu dari setiap amalan yang kami lakukan karena mengharap ridha-Mu tetapi tercampur dengan sesuatu yang tidak berkaitan dengan keridhaan-Mu, tiada Tuhan melainkan Engkau, wahai Zat Yang Maha Paling Pengasih di antara para pengasih.”

Baca Juga :  Lafaz Shalawat Fatih: Arab, Latin, dan Keutamaannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here