Awal Sya’ban Jatuh pada Minggu 7 April 2019, Ini Doa Nabi Menyambut Bulan Sya’ban

2
2621

BincangSyariah.Com – Sebulan penuh bulan Sya’ban, lebih-lebih malam nisyfu Sya’ban, merupakan momentum paling baik untuk berlomba-lomba memperbanyak berbagai macam bentuk amal kebaikan. Bulan ke delapan dalam kalender hijriyah ini merupakan bulan yang utama serta diberkahi, yang sepantasnya diperhatikan betul oleh kaum muslim supaya diisi dengan berbagai macam ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Ada sebuah hadis riwayat al-Imam al-Nasa’i yang menggambarkan kondisi kebanyakan orang yang melalaikan bulan Sya’ban ini, dan Nabi Saw memberikan contoh bagaimana seharusnya umatnya memanfaatkan bulan ini sebaik mungkin dengan memperbanyak ibadah kepada Allah Saw.

Disebutkan bahwa Usamah bin Zaid ra bertanya kepada Nabi Saw; “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa (hampir) sebulan seperti yang engkau lakukan pada bulan Sya’ban?” Beliau bersabda, “Ia  adalah bulan yang dilalaikan orang (bulan ini berada) di antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amalan kepada Allah Saw Rabbul ‘alamin. Aku ingin amalanku diangkat ketika aku sedang berpuasa.”

Di antara amal saleh yang dianjurkan untuk dilakukan adalah memperbanyak doa sebelum dan sesudah memasuki bulan Sya’ban. Hal ini karena doa termasuk ibadah dan diperintahkan oleh Allah Saw. tanpa batasan waktu dan tempat, kecuali tempat yang tidak layak memanjatkan permohonan kepada Allah Swt. Dalam Al-Qur’an surat al-A’raf ayat 55, Allah berfirman; “berdoalah kepada Tuhan kalian dengan merendahkan diri dan suara yang lembut”.

Dalam sebuah hadis riwayat al-Hakim, Nabi Saw memberikan kabar gembira terhadap orang yang berdoa, bahwa dia berada dalam perlindungan dan penjagaan Allah Swt. Nabi Saw bersabda; “doa adalah senjata orang beriman, tiang agama dan cahaya langit dan bumi”.

Baca Juga :  Doa Agar Terhindar dari Hukuman Penjara

Di antara doa populer yang sering dibaca saat menjelang dan sesudah memasuki bulan Rajab dan Sya’ban adalah doa berikut;

اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Allahumma baarik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhana”

Artinya; “Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramahan”.

Doa ini masyhur di kalangan umat muslim dan dibaca secara terus menerus menjelang dan setelah memasuki bulan Rajab dan Sya’ban. Salah satu yang meriwayatkan doa ini adalah al-Imam al-Thabrani dalam kitab al-Awsath dan doa ini memiliki status daif, meski demikian doa ini tetap bisa diamalkan.

Ulama hadis berbeda pendapat terkait hadis daif apakah bisa diamalkan atau tidak. Al-Imam Ibn Hajar al-Haitami mengatakan dalam kitabnya al-Dur al-Mandhud; ulama hadis dan fiqih sepakat tentang kebolehan mengamalkan hadis daif yang berkaitan dengan fadho’il al-Amal, selain hadis daif yang berkaitan dengan hukum dan akidah”. Apabila berkaitan dengan hukum dan aqidah, maka hadis daif tidak boleh diamalkan.

Bahkan menurut al-Imam Ahmad bin Hambil, seperti yang dikutip oleh Sayyid Muhammad bin Abbas al-Maliki dalam kitabnya Ma Dza Fi Sya’ban, hadis daif boleh diamalkan secara mutlak baik yang berkaitan dengan hukum atau lainnya selama tidak ada hadis lain yang lebih kuat dalam masalah tertentu selain hadis daif tersebut. Dalam masalah doa menyambut bulan Rajab dan Sya’ban tidak ditemukan hadis lain yang lebih kuat selain hadis daif yang sudah disebutkan di atas. Sehingga dengan demikian tidak perlu ragu lagi untuk mengamalkan doa ini menjelang dan sesudah bulan Rajab maupun Sya’ban.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here