Amalan Ulama Sufi untuk Menolak Sifat Waswas

1
2243

BincangSyariah.Com – Waswas adalah suatu sifat yang tidak baik untuk dimiliki. Waswas adalah keragu-raguan yang mendiami dalam hati seseorang tentang suatu hal. Keragu-raguan ini bisa menimbulkan banyak kemungkinan. Jika ragu-ragu dalam ibadah furu’, misalkan saat mengerjakan shalat, shalatnya bisa batal. Jika ragu-ragu dalam ibadah ushul, misalkan tentang keesaan Allah, bisa saja menyebabkan kemurtadan. Na’udzubillah, semoga kita terlindungi dari sifat waswas (bisikan-bisikan) dalam segala ibadah. Lebih-lebih dalam hal ketuhanan.

Waswas sendiri disebutkan oleh Allah Swt. dalam Alqura , dan kita diminta untuk momohon perlindungan darinya. Allah Swt. berfirman dalam Qs. An-Nas (14) : 1-6,

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ (١) مَلِكِ النَّاسِۙ (٢) اِلٰهِ النَّاسِۙ (٣) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ (٤) الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ (٥) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ٦

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, * Raja manusia, * sembahan manusia, * dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, * yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, * dari (golongan) jin dan manusia.”

Dalam Tafsir Jalalain (j. 2 h. 274-275), disebutkan bahwa yang dimaksud waswas adalah setan. Dalam artian, waswas itu adalah bisikan setan. Baik setan yang terdiri dari jin ataupun setan yang terdiri dari manusia.

Oleh karena itu, Imam Abul Hasan Asy-Syadzili memberikan amalan kepada para sahabatnya agar bisa menghindar atau terbebas dari sifat waswas. Hanya saja amalan beliau ini secara tekstual hanya untuk mereka yang waswas dalam ibadah shalat. Dalam artian, jika di antara kita memiliki kebiasaan tidak baik (waswas) sebelum sholat, misalkan selalu ragu atas takbir yang diucapkan hingga diulang berkali-kali, maka bisa menggunakan cara beliau yang satu ini.

Setidaknya ada tiga langkah dalam menolak sifat waswas sebagaimana yang dinukil oleh Imam Nawawi Al-Jawi dalam kitabnya, Nihayatuzzain, h. 57, dari Imam Abul Hasan Asy-Syadzili.

Baca Juga :  Shalawat Imam Ja’far al-Shadiq dan Keutamaannya

Pertama, letakkan tangan kanan di atas dada sebelum memulai sholat. Dalam artian sebelum bertakbir (takbirotul ihrom), musholli meletakkan tangan kanannya di atas dadanya.

 من احس بذلك فليضع يده اليمنى على صدره

Man ahassa bidzalika falyadlo’ yadahal yumna ‘ala shodrihi

Barang siapa yang merasa  waswas, maka letakkanlah tangan kanannya di atas dada.

Kedua, setelah posisi tangan kanan di atas dada (dalam posisi berdiri), maka ucapkanlah amalan berikut sebanyak tujuh kali,

سبحان الملك القدوس الخلاق الفعال

Subhanal malikil quddusil khollaqil fa’aal

Maha Suci Allah, Dzat yang Maha Memiliki, Maha Suci, yang Menciptakan, dan Yang Merperbuat.

Ketiga, setelah membaca amalan di atas sebanyak tujuh kali, maka lanjutkan dengan membaca ayat berikut ini,

 اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيْدٍۙ  وَّمَا ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ بِعَزِيْز

Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah. (Qs. Ibrahim (14) : 19-20)

Allah Ta’ala A’lam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here