Amalan Sunnah di Malam Idul Adha

0
1461

BincangSyariah.Com – Salah satu kesunahan di malam idul adha adalah mengumandangkan takbir sebanyak-banyaknya. Mengutip al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah ini didasarkan diantaranya oleh keumuman ayat Al-Qur’an surah al-Baqarah [2]: 203,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَات

dan ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang

Ayat yang sebenarnya menjelaskan syariat lempar jumrah di Mina ini, menurut Ibn ‘Abbas bahwa makna al-Ma’dudat pada ayat tersebut adalah hari-hari tasyriq. Yaitu hMalari idul adha (tanggal 10 Zulhijjah) dan tiga hari setelahnya. Dalam penanggalan hijriyah, hari sudah dimulai sejak matahari terbenam. Artinya, malam tanggal 10 Zulhijjah tersebut sudah disunahkan untuk mengumandangkan takbir. Dasar lainnya adalah hadis riwayat Imam Muslim dari Umm ‘Athiyyah radhiyallahu ‘anha,

كنَّا نُؤمَرُ بالخروجِ في العِيدَينِ، والمُخبَّأةُ، والبِكرُ. قالت: الحُيَّضُ يَخرُجْنَ فيكنَّ خلفَ الناسِ، يُكبِّرْنَ مع الناسِ

Kami diperintahkan untuk melaksanakan shalat ‘id, begitu juga para wanita-wanita janda tua, dan para gadis. Ummu ‘Athiyyah Ra. berkata: mereka yang haid juga keluar dan mereka berada di belakang jamaah (yang shalat). Mereka ikut bertakbir bersama yang lain.

Bertakbir adalah bagian dari kesunahan menghidupkan malam idul adha. Al-Qadhi Husayn meriwayatkan dari Ibn ‘Abbas bahwa menghidupkan malam shalat ‘id itu dengan shalat isya’ secara berjamaah dan berniat keras untuk melaksanakan shalat subuh juga secara berjamaah.

Selain itu, menurut Imam As-Syafi’i ada riwayat yang menjelaskan bahwa doa dikabulkan di lima malam, pertama adalah malam jum’at ; kedua dan ketiga, adalah malam shalat idul fitri dan idul adha ; keempat  adalah malam pertengahan bulan sya’ban; dan kelima adalah malam hari pertama bulan rajab. Menurut beliau, kelima malam tersebut baik untuk diramaikan.

Wallahu A’lam.

Baca Juga :  Sepuluh Awal Zulhijjah Dianjurkan Melakukan Amalan Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here