Amalan Agar Allah Sendiri yang Mencabut Nyawa, Bukan Malaikat Izrail

4
3198

BincangSyariah.Com – Sebagaimana kita ketahui, seseorang yang wafat itu ruh atau nyawanya diambil oleh malaikat Izrail atau para anak buahnya. Namun, terkadang Allah sendiri yang mencabut ruh seseorang tersebut. Bila Allah sendiri yang mencabutnya, tentu orang tersebut hamba-Nya yang dicintai. Imam al-Qasthalani dalam Irsyadus Sari, syarah kitab Shahih al-Bukhari menyebutkan riwayat demikian.

من أدمن قراءة آية الكرسي عقب كل صلاة فإنه لا يتولى قبض روحه إلا الله تعالى

Orang yang melanggengkan membaca ayat Kursi setiap setelah shalat itu tidak akan dicabut nyawanya kecuali oleh Allah Swt.

Shalat yang dimaksud dalam riwayat di atas adalah shalat lima waktu. Ini tercantum dalam riwayat lain dari Abu Umamah disebutkan demikian.

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوتَ

Orang yang biasa membaca ayat Kursi setiap sehabis shalat wajib itu ketika meninggal langsung masuk surga.

Ayat kursi yang dimaksud adalah surah al-Baqarah ayat ke-255.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Arab-Latin:

Allahu la ilaha illa huwal hayyul qoyyum. La ta’khudzuhu sinatuw wa la naum. Lahu ma fis samawati wa ma fil ardh. Man dzal ladzi yasyfa‘u ‘indahu illa bi idznih, ya‘lamu ma baina aidihim wa ma kholfahum, wa la yuhithuna bi syaim min ‘ilmihi illa bima sya’. Wasi‘a kursiyyuhus samawati wal ardh, wa la yaudhuhu hifzhuhuma wa huwal ‘aliyyul ‘azhim.

Terjemahan:

Baca Juga :  Ini Istighfar yang Dianjurkan Dibaca pada Pagi dan Sore Selama Bulan Rajab

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

4 KOMENTAR

  1. […] Artinya:“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”.Sumber: bincangsyariah.com […]

  2. Min… maaf mau bertanya… Jika Rasululloh Muhammad SAW saja beliau wafat dengan Izrail yang mencabut nyawa beliau sementara beliau adalah sebaik-baiknya manusia di jagat ini lalu adakah manusia lain yang lebih baik dari beliau hingga Alloh sendiri yang mencabut nyawa orang tersebut ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here