Agar Doa Mustajab, Ini Amalan dari Syaikh Nawawi al-Bantani

0
4859

BincangSyariah.Com – Syekh Nawawi al-Bantani, ulama Nusantara asal Banten yang menjadi ulama besar di Mekkah, memiliki sebuah kitab fikih berjudul Kasyifatu as-Saja’ Syarh Safinatu an-Naja’. Dalam kitab tersebut, beliau mengutip bahwa ada suatu riwayat yang menjelaskan pengantar doa agar doa mustajab. Riwayatnya adalah sebagai berikut:

حُكِيَ أَنَّ ابْنَ أُبَيٍّ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَقَالَ لَهُ: اُدْعُ بِهذَا الدُّعَاءِ وَ قَدِّمْهُ فِيْ أَوَّلِ دُعَائِكَ ثُمَّ تَدْعُوْ بَعْدَهُ بِمَا شِئْتَ يُسْتَجَابُ لَكَ بِهِ، وَمَنْ دَعَا بِهِ قَوِيَ إِيْمَانُهُ، وَهُوَ هذَا:

Dikisahkan bahwa Ibnu Ubay pernah melihat Nabi lalu beliau bersabda kepadanya: “Berdoalah dengan doa ini, dan dahulukanlah doa ini di awal doamu, kemudian engkau berdoa setelahnya dengan permintaan yang engkau kehendaki, niscaya akan dikabulkan permintaanmu sebab doa ini. Dan siapa saja yang berdoa dengannya maka menjadi kuat imannya”. Rangkaian doa tersebut adalah sebagai berikut,

اللّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ، اللّهُمَّ لَا مُضِلَّ لِمَنْ هَدَيْتَ وَلَا هَادِيَ لِمَنْ أَضْلَلْتَ، وَلَا مُشْقِيَ لِمَنْ أَسْعَدْتَ وَلَا مُسْعِدَ لِمَنْ أَشْقَيْتَ، وَلَا مُعِزَّ لِمَنْ أَذْلَلْتَ وَلَا مُذِلَّ لِمَنْ أَعْزَزْتَ، وَلَا رَافِعَ لِمَنْ خَفَضْتَ وَلَا خَافِضَ لِمَنْ رَفَعْتَ، اللّهُمَّ اهْدِنَا لِمَا أَمَرْتَنَا وَوَفِّ لَنَا بمَا ضَمِنْتَ لَنَا مِنْ خَيْرَيِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَقَوِّ يَقِيْنَنَا فِيْمَا رَجَيْتَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى أَعْدَائِنَا فِي الظَّاهِرِ وَالْبَاطِنِ، وَأَسْأَلُكَ اللّهُمَّ بِمَا سَأَلَكَ بِهِ خَلِيْلُكَ إِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مِنَ النُّوْر وَالْيَقِيْنَ، وَمَا سَأَلَكَ بِهِ سَيِّدُنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ النَّصْرِ وَالتَّوْفِيْقِ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد

Allahumma la maani’a lima a’thoita wa lamu’thiya li mana’ta wa laraa_da li maqodaita wa la yanfa’u dzal jaddi min kaljaddu, allahumma la mudilla liman hadaita wala hadits liman adhlalta, wala musyqiya lima as’adta wala mus’ida liman asyqoita, wala muizza liama adzlalta wala mudzilla liman a’zarta, wala roofi’a liman khofadta wala khoofido liman rofa’ta, allahumma ihdina lima amartana wa waffi lana bima shominta lana min khoiroyid dunya wal akhiroh, wa qowwi yaqinana fi maa rojaitana wan surna ala a’daina fidz dzohiri wal bathini, wa asaluka allahumma bima saalaka biji kholiluka ibrohima alaihissalam minannuri wal yakini, wama saalaka bihi sayyiduna wa maulana Muhammadin shallallahu alaihi wassalam min annashri wat Taufiq innaka hamidun majid

“Ya Allah tidak ada penghalang terhadap sesuatu yang akan Engkau berikan, dan tidak ada pemberi terhadap sesuatu yang Engkau halangi.

Dan tidak ada penolak terhadap sesuatu yang Engkau putuskan, dan tidak berguna bagi pemilik kemuliaan di sisi-Mu suatu kemuliaanpun.

Ya Allah, tidak ada penyesat kepada siapa saja yang telah Engkau beri petunjuk, dan tidak ada pemberi petunjuk kepada siapa saja yang telah Engkau sesatkan.

Dan tidak ada pemberi celaka kepada siapa saja yang telah Engkau beri keberuntungan, dan tidak ada pemberi keberuntungan kepada siapa saja yang telah Engkau celakakan.

Dan tidak ada pemberi kemuliaan kepada siapa saja yang telah Engkau hinakan, dan tidak ada pemberi kehinaan kepada siapa saja yang telah Engkau muliakan.

Dan tidak ada pengangkat [derajat] kepada siapa saja yang telah Engkau turunkan [derajatnya], dan tidak ada penurun [derajat] kepada siapa saja yang telah Engkau angkat [derajatnya].

Ya Allah, berilah kami petunjuk kepada apa saja yang telah Engkau perintahkan kepada kami, dan penuhilah untuk kami, dengan apa yang telah Engkau jamin untuk kami, berupa kebaikan dunia dan akhirat.

Dan kuatkanlah keyakinan kami dalam sesuatu yang Engkau titahkan pada diri kami, dan berilah pertolongan kepada kami dalam menghadapi musuh-musuh-Mu, secara lahir dan bathin.

Dan aku memohon kepada-Mu, Ya Allah dengan sesuatu yang telah diminta kepada-Mu oleh kekasih-Mu Nabi Ibrahim As, berupa nur dan keyakinan, dan sesuatu yang telah diminta kepada-Mu oleh baginda kami, junjungan kami Nabi Muḥammad , berupa pertolongan dan taufik. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Pemurah”.

Baca Juga :  2 Orang Indonesia Positif Terkena Virus Corona, Baca Shalawat Ini Agar Terlindung dari Penyakit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here