Quraish Shihab dan Sepakbola

0
1249

BincangSyariah.Com – Sepakbola merupakan olahraga yang sangat populer. Euforianya terasa hampir di semua negara. Mulai dari cafe-cafe yang menyediakan nobar bola hingga halaman utama koran berita harian bahkan saluran televisi pun berlomba-lomba mengulas setiap pertandingan yang sangat menyita perhatian masyarakat dunia tersebut. Piala dunia FIFA yang ke 21 kali ini, Rusia menerima kehormatan sebagai tuan rumah. Turnamen sepakbola internasional empat tahunan tersebut dijadwalkan dari 14 juni- 15 juli 2018. Tak ketinggalan, ulama sebesar K.H. Quraish Shihab pun larut dalam demam sepak bola.

Kompetisi yang diikuti oleh tim-tim terbaik dunia kali ini benar-benar memberikan kejutan tak terduga. Misalnya, ternyata tim yang memiliki pemain terbaik seperti Lionel Messi, Ronaldo dan Mo Salah malah tersingkir pada babak awal penyisihan. Ini seperti sebuah alarm atau sentilan bahwa sepakbola adalah permainan tim bukan individu yang berarti kerjasama setiap anggota tim adalah kunci utama keberhasilan. Setidaknya, strategi yang disusun seharusnya trategi yang mampu mengoptimalkan penampilan terbaik setiap anggota tim.

Jadi jangan pernah lupa bahwa sepakbola adalah permainan yang mengajarkan tentang kerjasama tim, sebagaimana yang disampaikan oleh Quraish Shihab, seorang cedekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Alquran, dalam acara Talkshow Shihab & Shihab dengan tema ‘Abi Quraish Shihab dan Sepakbola’ yang belum lama ini saya tonton via live streaming.

Pada acara yang dibawakan oleh anaknya itu, Quraish Shihab banyak berbicara seputar sepakbola serta kecintaannya pada cabang olahraga yang sering beliau tonton bersama anaknya, Najwa Shihab, itu. Kegandrungannya kepada sepakbola sudah tumbuh sejak usia 15 tahun ketika ia sedang menuntut ilmu di Kairo, Mesir. Tak tanggung-tanggung, beliau mengisi posisi penting dalam tim sebagai gelandang bertahan. Perannya berfungsi untuk memberikan bola-bola matang kepada penyerang sekaligus kembali membantu di fastback.

“Di sana orang Mesir gila bola sehingga kita terpengaruh euforia itu, kita berlatih bermain dan terlibat dalam pertandingan mulai tingkat mahasiswa sampai yang lebih tinggi. Saya dulu sering bermain bola dengan Gus Mus, KH Zarkasih pengasuh Gontor, dengan nama lapangan Qrashab,” garis senyum terukir di bibir Quraish Shihab kala mengenang serpihan mozaik dalam hidupnya tersebut.

Melihat sangat berkembangnya sepakbola sekarang ini dibanding dengan yang ada di masa lalu membuat permainan tersebut semakin menarik. “Di dunia sepakbola kini teknologi digunakan dan itu membantu ketetapan dari wasit sehingga membantu permainan sepakbola menjadi lebih fair. Kehadiran teknologi sendiri tidak mengurangi seni permainan sepakbola, tapi itu memantabkan permainan yang ada saat ini,” katanya.

Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil dari permainan sepakbola, lanjut Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan itu.  Di antaranya, mengajarkan bagaimana cara berjuang dengan gigih dan tidak putus asa sampai menit terakhir pertandingan. Karena keajaiban bisa saja terjadi di menit-menit terakhir. “Ada gol yang tercipta pada menit terakhir seperti pertandingan Saudi dengan Mesir, Mesir dengan Uruguai, banyak pertandingan yang seperti itu, sepakbola mengajarkan kita untuk tidak berputus asa, terus optimis dan berjuang sampai detik-detik terakhir,” ujarnya.

Baca Juga :  Quraish Shihab Berbicara tentang Cinta

Selain itu, banyak sekali momen-momen spiritual dalam permainan sepakbola. Misalnya waktu ada adu pinalti antara Rusia dengan Spanyol, saat itu penendang pertama pinalti mencium bola sebelum menendang, apa maknanya itu? Maknanya adalah harus ada hubungan batin antara seseorang dengan alat yang digunakannya seakan-akan bola itu hidup, seakan pemain itu memberikan semua simpatinya ke bola tersebut agar bola melaju seirama dengan tendangan kakinya. Contoh lainnya, sebelum bertanding tim biasanya berkumpul, kalau dalam tim yang kebanyakan pemeluk Islam maka mereka banyak yang melantunkan al-fatihah sebelum bertanding. Sementara itu ada juga yang bersujud waktu gol. “Itu semua momen-momen yang membuat kita sadar bahwa jangan sampai dilepaskan permainan ini dari tuntunan agama,” ungkap penulis kitab Tafsir al-Misbah yang terdiri dari 15 jilid itu.

Namun dalam Islam sepakbola kadang diperdebatkan. Mereka berdalih bahwa ada pandangan yang mengharamkan permainan tersebut. Walhasil, sepakbola terpojokkan tanpa ada pembelaan hingga tersingkir ke wilayah abu-abu yang riskan untuk diperbincangkan hukumnya. Padahal masyarakat Indonesia yang notabene muslim terbesar di Dunia ini banyak yang gemar sepakbola.

Bagaimana sepakbola dalam pandangan Islam, apakah Mo Salah melakukan selebrasi sujud ketika mencetak gol juga termasuk cara dakwah?

Jelas berdakwah karena dakwah itu tidak harus dengan ucapan, berdakwah dengan tindakan atau peragaan dalam islam disebut al-dakwah bil hal itu jauh lebih berpengaruh daripada dakwah dengan lisan. Mo Salah  dan lainnya itu menampakkan bagaimana fair play (permainan yang adil), bagaimana akhlak yang baik, bagaiaman dia mencerminkan ajaran moral dalam sepakbola itu namanya dakwah. Itu sebabnya di inggris dia berpengaruh di kalangan muda-mudi, sampai dinyanyikan kalau dia akan masuk islam (saking berpengaruhnya Mo Salah)

Jangan pernah berkata bahwa pemain bola profesional yang beragama dengan baik itu tidak kurang pengaruhnya dalam kebaikan dibanding dengan ilmuwan atau agamawan. Bahkan bisa jadi lebih berpengaruh, yang jelas sekarang kita katakan Mo Salah di Inggris jauh lebih memberikan dampak positif terhadap Islam daripada Abi atau Kyai dll, karena pengaruhnya yang luar biasa.

Di pandangan Islam ada yang mengharamkan sepakbola, bagaimana menurut abi?

Di pandangan Islam ada yang mengharamkan sepakbola, alasan itu muncul dari sebab mereka beranggapan bahwa pemain sepakbola ini memakai pakaian yang memperlihatkan auratnya, lalu dihubungkan juga dengan hal lain (meski itu tidak tepat) seperti mereka menghubungkan karena dalam sepakbola ada perjudian, ada percampuran antara penonton perempuan dan laki-laki yang menonton. Itu yang mengantar mereka mengatakan bahwa permainan ini haram.

Sebenarnya kita tidak bisa mengatakan bahwa sepakbolanya yang haram karena aurat (laki-laki) ulama berbeda pendapat ada yang antara pusar dan lutut, ada yang mengatakan pusar dan lutut tidak masuk aurat. Lalu kita perhatikan bahwa sebagian pemain bola memakai celana sampai di atas lutut dan kaos kaki hampir ke lutut, itu sudah menutup aurat apalagi ada yang berpendapat paha bukan aurat. Bahwa ada bertaruh atau perjudian dalam sepakbola itu bukan esensi dari permainan sepakbola.

Baca Juga :  Kata Quraish Shihab, Semakin Baik Seorang, Semakin Banyak Mendoakan Orang Lain

Lalu ada juga pendapat yang mengharamkan sepakbola karena disamakan dengan kepala Sayyidina Husein?

Yang membaca sejarah peristiwa pembantaian Sayyidina Husein di karbala itu sangat kejam sehingga timbul kecintaan yang luar biasa, kekejaman yang terjadi di sana membuat mereka melarang anak-anak mereka bermain sepakbola dan untuk melarang anak itu maka digambarkanlah bahwa itu adalah kepala Sayyidina Husen. Itu supaya anak-anak mereka tidak main sepakbola. Bukan karena keyakinan seperti pernyataan tadi.

Sepakbola sudah lama dikenal jauh sebelum peristiwa pembantaian Sayyidina Husein. Sayyidina Husein itu gugur sekitar 680M sedang sepakbola sudah dikenal di yunani 2000 tahun yang lalu. Meskipun berbeda caranya dulu tidak ada wasit, yang menang dikasih makanan yang kalah dicambuk, itu dulu. Jadi itu sebenarnya adalah sesuatu yang tidak ada kaitannya hanya digunakan ini untuk melarang anaknya bersepakbola.

Sampai sekarang pun masih ada yang menyatakan haram, kita lihat ISIS pernah menghukum mati 13 anak yang menonton sepakbola ya, bi..

13 anak yang menonton sepakbola ditembak mati itu kejadian belum lama ketika piala ASIA 2015 Jordan VS Qatar. Remaja asal Mosul Irak, mereka kedapatan menonton itu di TV lalu mereka ditembak di tempat umum. Itu tidak wajar untuk ditembak. Jadi memang sebagian tindakan orang-orang ekstrim ini, mereka melakukan teguran pun tidak wajar. Tidak alasan sama sekali.

Melihat permainan yang dimainkan Nabi dulu hanya berkuda, berpanah, berenang, itu mereka jadikan alasan untuk melarang sepakbola?

Kalau berbicara konteks permainan yang pernah dimainkan oleh Nabi, lalu kemudian itu dijadikan alasan oleh mereka untuk melarang sepakbola karena dulu nabi hanya berkuda, berpanah, berenang.

Nabi memang mengatakan agar mengajarkan anak-anakmu tiga permainan tadi, tapi kita harus perhatikan yang pertama ternyata selain permainan tiga tadi ternyata ada dalam riwayat nabi juga lomba lari dengan Aisyah. Maka bisa jadi ada permainan-permainan baru yang muncul yang tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Prinsipnya apa sih yang disebut dengan permainan Dalam Alquran? Main itu diterjemahkan dari kata la’ib yang mana seakar dengan kata lu’ab yang berarti liur pada anak kecil yang keluar tanpa sadar menuju suatu tempat yang tidak wajar. Maka la’ib atau permainan yang buruk adalah permainan yang tidak punya tujuan. Nah sepakbola atau apapun kalau mempunyai tujuan yang benar maka tidak ada alasan untuk melarangnya.

Dulu, catur itu tidak boleh karena melengahkan seseorang. Nah permainan yang melengahkan itu tidak boleh. Tapi kalau digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan yang benar maka kenapa tidak. Sepakbola untuk kesehatan, mengajarkan kerejasama, mengajarkan optimisme dan lain sebagainya. Jadi tidak wajar jika dilarang karena ada ada hal-hal di luar itu yang terpengaruhi (judi, aurat, dll) karena itu bukan sesuatu yang melekat pada esensi sepakbola tapi itu merupakan akses yang timbul dan bisa saja timbul bukan hanya pada sepakbola tapi dalam hal apapun.

Baca Juga :  Wahyudi Akmaliah: Dibanding Muhammadiyah, NU Lebih Reaktif di Dunia Digital

Konteks jual-beli pemain apakah boleh?

Sebenarnya yang diperjual-belikan adalah keahliannya bukan manusianya. Manusianya tetap bebas. Itu bukan suatu masalah, seperti bisa saja kita meminta seseorang bekerja di tempat kita dengan bayaran yang tertentu. Jadi itu boleh-boleh saja. Karena yang dijual bukan manusianya.

Melihat banyak fans yang bersikap anarkis jika kalah, bagaimana?

Fans sepakbola yang bersifat anarkis, berarti orang itu tidak menghayati permainan sepakbola. Sepakbola itu harus sportif, bisa ada yang menang , kalah atau imbang. Tidak harus kita emosional.

Hukum pesepakbola muslim tidak puasa saat berlaga.?

Itu sudah dibahas panjang lebar oleh banyak ulama. Apalagi persiapan sepakbola tahun ini dilaksanakan di bulan ramadhan. Ada ulama berkata kalau pesepakbola itu berangkat menuju tempat pertandingan maka dia dibenarkan tidak puasa karena memang dia musafir. Ada juga yang mengatakan (meskipun saya tidak sependapat dengan ini), sepakbola itu sudah jadi profesi, seorang yang memiliki profesi dan sangat berat dia melakukan profesinya itu karena berpuasa maka diperbolehkan tidak berpuasa, tapi abi tidak setuju dengan itu.

Karena pemain bola sekalipun profesinal tapi sebenarnya kebutuhannya kepada makan dan minum tidak bisa dikaitkan dengan puasa jadi jangan dijadikan tidak puasa. Satu-satunya alasan yang bisa dibenarkan adalah musafir. Dan yang baru abi baca bahwa pelatih mesir membolehkan pemainnya puasa meskipun sedang bermain dan banyak para pemain mesir yang tetap puasa meski berlaga dan itu tidak mengurangi semangatnya.

Hukum main bola waktu azan, bolehkah salat jamak?

Satu hal yang harus dijelaskan, kewajiban shalat tidak begitu azan berkumandang lansgung dilaksanakan. Jadi  sepakbola boleh tetap berlanjut selama waktu salat belum berakhir. Katakanlah waktu maghrib, sebelum habis permainan, dia berhenti untuk salat maka itu tidak masalah, boleh ditunda asal masih ada waktunya untuk salat, itu dari segi kelonggaran. Tapi memang kalau kita mau yang sempurna sebaiknya pertandingan itu tidak dilaksanakan menjelang maghrib atau disiapkan tempat-tepat tertentu bagi penonton untuk pergi salat.

Tapi untuk pemain ada ulama yang mengatakan bahwa salat kalau sewaktu-waktu ada kebutuhan mendesam boleh dijamak. Tapi abi kurang sependapat kecuali itu tadi, ada sesuatu yang amat mendesak dan itu bukan dalam permainan atau menonton. Jadi jangan mencari alasan tetap harus dilakukan dalam waktunya.

Kapan Indonesia bisa masuk piala dunia?

Sepakbola bukan sekedar pandai lari cepat dan kuat tapi ada ilmu dan latihannya. Meskinya indonesia bisa (masuk piala dunia), tapi boleh jadi karena cara kita melatih, kemampuan kita kerjasama dan banyak faktor lainnya. Tapi mestinya kita bisa lebih baik karena kita punya faktor memilih pemain lebih banyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here