Tidak Shalat Jumat Tiga Kali Berturut-turut karena Antisipasi Corona, Benarkah Jadi Kafir?

3
8643

BincangSyariah.Com – Tidak shalat jumat tiga kali berturut-turut bisa menyebabkan kekafiran, benarkah demikian? Sejak MUI mengeluarkan fatwa terkait kebolehan meniadakan shalat Jumat bagi umat Muslim yang berada di wilayah zona merah penyebaran virus corona itu berarti sudah berkali-kali Jumatan ditiadakan.

Jumat ini berarti bila tidak shalat Jumat lagi itu sudah tiga kali lebih berturut-turut meninggalkan shalat Jumat. (Baca: Fatwa MUI Tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19) Lantas ada yang berkata, bukankah kalau meninggalkan shalat Jumat tiga kali beturut-turut itu bisa menjadi kafir. Benarkah demikian?

Keterangan hadis mengenai meninggalkan shalat Jumat tiga kali berturut-turut itu terdapat dalam kitab-kitab hadis, seperti Shahih Muslim, Sunan al-Tirmidzi, Sunan Abi Daud, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Sunan al-Darimi, dan sebagainya.

Tapi apakah benar sampai kafir sekalipun ada uzur karena mengantisipasi penularan virus corona? Terlebih lagi bagi umat Muslim yang berada di zona merah penularan virus corona, dan sampai saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan belum mengumumkan keadaan aman dari virus tersebut. Simak penjelasan Ustaz Ahong!

Baca Juga :  Peran Mahram Bukan untuk Mengekang

3 KOMENTAR

  1. […] Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama mengenai kesunnahan mandi Jumat bagi orang yang tidak bisa menghadiri shalat Jumat di masjid, baik karena sedang dalam perjalanan, tidak bisa menghadiri shalat Jumat karena mewabahnya penyakit, atau karena tidak wajib melaksanakan shalat Jumat seperti perempuan. (Baca: Tidak Shalat Jumat Tiga Kali Berturut-turut karena Antisipasi Corona, Benarkah Jadi Kafir?) […]

  2. […] Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama mengenai kesunnahan mandi Jumat bagi orang yang tidak bisa menghadiri shalat Jumat di masjid, baik karena sedang dalam perjalanan, tidak bisa menghadiri shalat Jumat karena mewabahnya penyakit, atau karena tidak wajib melaksanakan shalat Jumat seperti perempuan. (Baca: Tidak Shalat Jumat Tiga Kali Berturut-turut karena Antisipasi Corona, Benarkah Jadi Kafir?) […]

  3. […] BincangSyariah.Com – PP Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah menerbitkan surat edaran mengenai protokol pelaksanaan shalat Jumat yang ditandatangani oleh Ketua Umum DMI H. Jusuf Kalla dan Sekretaris Jenderal DMI H. Imam Daruquthni. Yang menarik dari isi surat tersebut adalah poin 8b bunyi surat edaran yang mengimbau kebolehan daerah yang padat penduduknya untuk melaksanakan shalat Jumat dua gelombang. Artinya, ada jamaah gelombang 1 dan gelombang 2, yang mana jamaah gelombang 2 ini datang setelah jamaah jum’at gelombang satu sudah pada keluar semua. (Baca: Tidak Shalat Jumat Tiga Kali Berturut-turut karena Antisipasi Corona, Benarkah Jadi Kafir?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here