Terkait Wacana Pelaranganan Celana Cingkrang bagi ASN, Ini Pendapat Ulama Fikih Mengenai Hal Itu

1
879

BincangSyariah.Com – Salah satu kontroversi di kalangan umat Islam saat ini adalah persoalan isbal atau menjulurkan pakaian hingga melebihi mata kaki. Sebagian kalangan dari umat ini menyuarakan keharaman pakaian tersebut. Mereka berdalih bahwa orang yang isbal telah melanggar aturan agama atau tepatnya telah menyalahi sunah Rasulullah Saw. Di samping itu, Menteri Agama baru-baru ini mewacanakan pelarangan celana cingkrang bagi Pegawai Negeri Sipili (PNS/ASN).

Maka bermunculanlah kelompok yang menganjurkan panjang celana harus di atas mata kaki, atau populer disebut celana cingkrang. Menurut mereka, Rasulullah Saw sangat melarang umatnya untuk berpakaian melebihi mata kakinya. Sementara itu, bagi umat Islam yang sudah terbiasa dengan pakaian di bawah mata kaki merasa kaget dan tidak menyangka sama sekali kalau model berpakaian mereka ternyata masuk dalam wilayah agama.

Padahal tidak sedikit dari mereka yang berpakaian seperti itu hanya berniat untuk kenyamanan semata-mata. Memang benar, sangat banyak hadis-hadis Nabi yang berbicara seputar persoalan celana cingkrang tersebut. Misalnya saja sebuah riwayat yang terekam baik oleh Imam al-Bukhari dan al-Nasa’i dalam kitab-kitab mereka yang bersumber dari Saydina Abu Hurairah di mana ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Pakaian yang melebihi dua mata kaki tempatnya adalah di neraka”.

Begitu juga dengan hadis sahih riwayat Ahmad yang juga berasal dari Abu Hurairah di mana beliau mendengar Rasulullah berkata bahwa, “Allah tidak akan melihat pada hari kiamat kepada orang yang menjulurkan pakaiannya (hingga di bawah mata kaki)”. Kedua hadis di atas (tanpa membandingkannya dengan hadis lain) menjadi dalil kuat atas keharaman isbal menurut kalangan yang mengharamkannya. Namun ketika kita himpun semua riwayat terkait permasalahan ini, maka akan kita dapati bahwa dua hadis di atas hanyalah salah satu di antara beberapa corak riwayat yang berbicara tentang isbal.

Baca Juga :  Niat Zakat Fitrah - Kang Ibnu

Banyak hadis lain yang memberikan keterangan lebih lengkap ketimbang dua hadis di atas. Di antaranya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari yang bersumber dari Saydina Ibn Umar di mana ia berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Kelak di hari kiamat Allah Swt tidak akan melihat kepada orang yang menjulurkan pakaiannya (hingga di bawah mata kaki) karena sombong.” Jelas terlihat bahwa pada hadis ini terdapat tambahan redaksi dari hadis sebelumnya, yaitu kata-kata “karena sombong”.

Bahkan di riwayat lain dalam Shahih al-Bukhari dijelaskan juga, ketika Rasulullah menyebutkan hal tersebut, Saydina Abu Bakr al-Shiddiq menyela seraya berkata, “Wahai Rasulallah, salah satu ujung sarungku agak longgar/lebar (hingga melewati mata kaki), namun aku selalu menjaganya? Lalu Rasul menjawab, ”Engkau bukan dari mereka yang melakukannya karena sombong wahai Abu Bakr.”

Selain itu, sebenarnya masih banyak hadis-hadis lain yang senada dengan dua hadis terakhir yang intinya menegaskan bahwa larangan menjulurkan pakaian hingga melebihi dua mata kaki adalah haram ketika diiringi oleh rasa sombong pemakainya. ada beberapa alasan kenapa celana cingkrang identik dengan radikal, salah satunya karena simbol tersebut seringkali digunakan oleh pelaku bom bunuh diri, namun tidak pula kemudian digeneralisir sedemikian rupa. Bagimanakah ulama fikih berpendapat mengenai celana cingkrang? Simak penjelasan lengkap dari Ustaz Ahong di video di atas.

1 KOMENTAR

  1. Ahsan uraikan juga, menurut 4 imam madzhab&ulama2 kontemporer ttg syarah hadits2 di atas..agar pembaca bisa utuh memahaminya..&pembuat artikel inipun tidak dianggap membawa pemahamannya sendiri..wallahul musta’an

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here