Penting! Hukum Bunga Bank Menurut Ulama

0
794

BincangSyariah.Com – Seperti apa konsep bunga bank menurut pandangan ulama? Samakah ia dengan riba yang dikenal dalam kitab-kitab fikih? Riba secara bahasa berarti tumbuh dan tambah. Sedangkan secara istilah, Abdurrahman Al-Jaziri dalam kitab Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah mengartikannya sebagai “bertambahnya salah satu dari dua penukaran yang sejenis tanpa adanya imbalan untuk tambahan ini”. Misalnya, menukarkan 10 kilogram beras ketan dengan 12 kilogram beras ketan, atau si A bersedia meminjamkan uang sebesar Rp300 ribu kepada si B, asalkan si B bersedia mengembalikannya sebesar Rp325 ribu.

Para ulama, baik ulama salaf (mazhab empat) maupun ulama kontemporer, semua sepakat akan keharaman riba. Bahkan ulama yang membolehkan bunga bank, juga mengharamkan riba. Dengan demikian dapat dipahami bahwa perbedaan pendapat ulama bukan soal hukum keharaman riba, melainkan soal hukum bunga bank. Ulama yang mengharamkan bunga bank menganggap bahwa bunga bank termasuk riba, sedangkan ulama yang membolehkannya meyakini bahwa ia tidak termasuk riba.

Mengapa bisa ada perbedaan pendapat, simak selengkapnya dalam video berikut ini!

Baca Juga :  Keramas di Siang Hari ketika Puasa, Apakah Puasa Batal? - Ustadzah Isna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here