Milk al-Yamin dan Tuduhan Universitas Islam Negeri (UIN) Sebagai Sarang Liberal, Benarkah?

7
1086

BincangSyariah.Com – Belum lama ini, ada satu disertasi yang ditulis di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mencoba mengkaji pernikahan non-marital perspektif Muhammad Syahrur. Yang dimaksud dengan pernikahan non-marital disini adalah kajiannya terhadap ayat-ayat tentang perbudakan (milk al-yamin). Namun, kajian akademik ini kemudian diberitakan secara tidak berimbang oleh media sehingga tersebarlah judul bahwa ada satu disertasi di UIN Yogyakarta yang menyatakan kalau hubungan intim tanpa nikah itu diperbolehkan. Terkait dengan ini, para penguji dan dipimpin rektor UIN Sunan Kalijaga menjelaskan langsung soal disertasi ini.

Disertasi Abdul Aziz, mahasiswa Doktoral Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, berjudul ‘Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital’ ini menjadi kontroversi dan bahan pemberitaan sejumlah media beberapa hari terakhir. Kontroversi tersebut melebar sampai kepada tuntutan mundur rektor UIN Yogyakarta, pencabutan gelar Dr. Abdul Aziz, dan lebih parah lagi tuduhan UIN sebagai sarang liberal. Lantas benarkah tuduhan bahwa UIN sarang liberal? Simak penjelasan Ustad Ahong!!

Baca Juga :  Agar Lebih Baik, Mari Mengenal 9 Tanda Cinta Menurut Ibn Hazm al-Andalusi


BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

7 KOMENTAR

  1. emang sarang liberal UIN, 2004 ada UIN yang terang2an menghina Tuhan, sampe mnegeluarkan kalimat yang keji, kalo mo bilang personal, wah itu sedungu2nya pendapat, kalo emang personal harus ditindak oleh institusi tempat penyimpangan itu terjadi, bukan melakukan pembiaran sampe menyebar ke media, ya 11…12 lah sama kasus yang ini, lagi2 UIN, (I) nya itu Islam ato Iblis?

  2. “Bincangsyariah adalah media yang mengusung misi kerahmatan Islam sebagaimana tujuan diutusnya Rasulullah SAW”

    emang ada tuntunan Syar’i nulis gelar Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan “gergaji” SAW?… males ngetik lu tong!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here