Masa Hewan Bisa Jadi Ulama? Ini Penjelasan Ustaz Ahong

1
753

BincangSyariah.Com – Beberapa waktu yang lalu, Bapak Sugi Nur kembali mengeluar penjelasan yang mengejutkan banyak pihak tentang pernyataannya bahwa hewan bisa jadi ulama. Dimana Ia menafsirkan surah Fathir ayat 28 secara serampangan.

Penguasaan terhadap bahasa Arab merupakan syarat mutlak untuk memahami ayat-ayat Allah. Oleh karena itu, membaca terjemahan Al-Qur’an tidak cukup bagi kita untuk menafsirkan Al-Qur’an.

Bila demikian, nanti yang ada malah menafsirkan Al-Qur’an sesuka hati. Ini juga terjadi pada Bapak Sugi Nur atau yang akrab disapa dengan Gus Nur. Ia menafsirkan surah Fathir ayat 28 tanpa melihat kaidah-kaidah tafsir yang diajarkan para ulama.

Dari terjemahan yang dipahaminya, ia menafsirkan bahwa ketika ada hewan, semisal ayam, kambing, ular, itu takut pada Allah juga bisa disebut ulama. Benarkah demikian?

Lantas bagaimana dengan hadis Nabi yang menyatakan “Ulama itu pewaris Nabi”. Kalau ada ayam yang takut pada Allah, berarti ayam itu pewaris Nabi dong? Nah, untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan Ustaz Ahong ya. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :  Kemerdekaan dalam Kaca Mata Sejarah Islam pada Masa Rasulullah (Video 4)

1 KOMENTAR

  1. […] Menurut Sugi Nur, ayat tersebut menegaskan bahwa siapapun (baik manusia, hewan, maupun gunung) yang takut kepada Allah, maka dia adalah ulama. Dengan demikian, istilah ulama tidak hanya terbatas kepada makhluk berakal (manusia), tetapi juga meliputi makhluk lain yang tidak berakal, seperti kambing, ayam, ular, gunung, dan makhluk lain yang takut kepada Allah. Pendek kata, apabila ada seekor kambing takut kepada Allah, maka ia adalah ulama. (Baca: Masa Hewan Bisa Jadi Ulama? Ini Penjelasan Ustaz Ahong) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here