Jangan Terprovokasi Sugi Nur, Konflik di India Jangan Dibawa ke Indonesia

2
1264

BincangSyariah.Com – Dalam UU Kewarganegaraan India yang baru, tercatat akan mempercepat pemberian kewarganegaraan untuk warga dari enam agama: Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsi, dan Kristen yang berasal dari negara tetangga Afghanistan, Bangladesh dan Pakistan, jika mereka datang ke India sebelum 2015. Namun, dalam UU tersebut tak dicantumkan agama Muslim. (Baca: Sejarah Awal Mula Islam di India)

Hal inilah yang menyulut protes warga India. Berikut ini salah satu ulasan UU Kewarganegaraan India diskriminasi terhadap muslim: “2 Dalam Undang-Undang Kewarganegaraan, 1955 (selanjutnya disebut sebagai Undang-undang pokok), nomor 2 ayat (1) (b): “Jika ada orang yang beragama Hindu, Sikh, Budha, Jain, Parsi atau Komunitas Kristen dari Afghanistan, Bangladesh atau Pakistan, yang masuk India pada atau sebelum tanggal 31 Desember 2014 dan yang telah disetujui oleh Pemerintah Pusat dengan atau di bawah ayat (c) ayat (2) pasal 3 dari Paspor Act (Masuk ke India), 1920 atau dari penerapan ketentuan Foreigners Act, 1946 atau aturan atau perintah apa pun yang dibuat di bawahnya, tidak akan diperlakukan sebagai migran ilegal untuk keperluan Undang-undang ini;” Undang-undang yang diskriminatif ini dibawa-bawa oleh Bapak Sugi Nur untuk menakut-nakuti umat Hindu atau non-Muslim yang ada di Indonesia.

Padahal, bisa jadi umat Hindu di Indonesia juga tidak setuju dengan kebijakan pemerintah India yang diskriminatif tersebut. Oleh karena itu, kita jangan sampai terprovokasi Bapak Sugi Nur ya! Jangan bawa konflik India ke Indonesia.

 

Baca Juga :  Video #TanyaUstadzJuri: Bolehkah Muslim Mendonorkan ASI Pada Non Muslim?

2 KOMENTAR

  1. Mestinya kita juga menyuarakan..ttg penderitaan saudara kita dimanapun berada kalau di tertindas..
    Gusnur hanya tdk rela..bila saudaranya itu ditindas..
    Itulah seorang muslim..
    Bagikan satu tubuh… bila salah satu tubuh ada yg sakit..maka yg lain akn merasakan sakit.

    • Menyuarakan provokasi dengan menyuarakan simpati itu jelas berbeda dalam penggunaan kata-katanya. Itu Pak Sugi Nur udah kayak ngajakin orang berantem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here