Hukum Merayakan Maulid Nabi Muhammad Menurut Imam al-Sirri al-Saqothi dan Amalan Puasa pada Hari Maulid

0
1197

BincangSyariah.Com – Mengadakan peringatan Maulid Nabi saw. hampir dilakukan di setiap negara yang berpenduduk Muslim, termasuk di Indonesia. Bahkan khusus di Indonesia, peringatan Maulid Nabi saw. sudah menjadi tradisi dan dirayakan besar-besaran seperti hari raya Idulfitri dan Iduladha. Setiap desa, kabupaten, bahkan hingga istana negara mengadakan peringatan Maulid Nabi saw.

Dalam kitab Al-Tanbihatul Wajibat, K.H. Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa mengadakan peringatan maulid yang diisi dengan bacaan Al-Quran, kisah kemuliaan Nabi saw, disuguhi hidangan makanan atau bahkan diiringi dengan tabuhan rebana, termasuk perbuatan yang tidak dilarang dalam Islam.

Bahkan banyak para imam dan ulama menganjurkan agar senantiasa mengadakan peringatan maulid setiap bulan Rabiul Awal, bulan Nabi saw. dilahirkan. K.H. Hasyim Asy’ari dengan tegas mengatakan sebagai berikut:

اَلتَّنْبِيْهُ الْأَوَّلُ يُؤْخَذُ مِنْ كَلَامِ الْعُلَمَاءِ الْآتِيْ ذِكْرُهُ أَنَّ الْمَوْلِدَ الَّذِيْ يَسْتَحِبُّهُ الْأَئِمَّةُ هُوَ اِجْتِمَاعُ النَّاسِ وَقِرَاءَةُ مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ وَرِوَايَةِ الْأَخْبَارِ الْوَارِدَةِ فِيْ مَبْدَإِ أَمْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا وَقَعَ فِيْ حَمْلِهِ وَمَوْلِدِهِ مِنَ الْإِرْهَاصَاتِ وَمَا بَعْدَهُ مِنْ سِيَرِهِ الْمُبَارَكَاتِ ثُمَّ يُوْضَعُ لَهُمْ طَعَامٌ يَأْكُلُوْنَهُ وَيَنْصَرِفُوْنَ وَإِنْ زَادُوْا عَلَى ذَلِكَ ضَرْبَ الدُّفُوْفِ مَعَ مُرَاعَاةِ الْأَدَبِ فَلَا بَأْسَ بِذَلِكَ

“Peringatan pertama. Disadur dari perkataan ulama yang akan disebutkan nanti, bahwa maulid yang dianjurkan para imam adalah berkumpulnya manusia, membaca sedikit Al-Quran, membaca riwayat tentang permulaan perkara Nabi saw, kejadian istimewa sejak dalam kandungan dan kelahirannya, dan sejarah yang penuh berkah setelah dilahirkan. Kemudian disajikan beberapa hidangan untuk mereka. Mereka menyantapnya, dan selanjutnya mereka bubar. Jika mereka menambahkan atas perkara di atas dengan memukul rebana dengan menjaga adab, maka hal itu tidak apa-apa.”

Baca Juga :  Pantaskah Memanggil Non-Muslim dengan Kafir?

Di antara ulama yang membolehkan mengadakan peringatan Maulid Nabi saw. adalah Imam Ibnu Hajar Al-Haitami. Menurut beliau, mengadakan peringatan maulid termasuk perbuatan baik yang dianjurkan oleh para ulama untuk dilaksanakan. Perkataan beliau ini disebutkan oleh Imam Al-Halbi dalam kitabnya Al-Sirah Al-Halbiyah berikut;

والحاصل ان البدعة الحسنة متفق على ندبها وعمل المولد واجتماع الناس له كذلك اي بدعة حسنة “

Kesimpulannya bahwa bid’ah hasanah telah disepakati kesunahannya oleh para ulama. Melakukan maulid dan berkumpulnya manusia untuk melakukan maulid juga termasuk bid’ah hasanah.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here