Hukum Mendengarkan Musik dalam Islam

0
47

BincangSyariah.Com – Pada masa kejayaan kerajaan Islam, geliat intelektual mencapai puncaknya. Diskursus filsafat dilakukan oleh sekian banyak lingkar cendekiawan. Ulama dan sufi mengembangkan gagasan mereka, ikut mendiskusikan tema-tema filsafat dan sains – termasuk kedokteran, dan tak luput pula kajian seni, meliputi arsitektur, lukis, serta musik dalam Islam.

Gairah keilmuan ini disokong penerjemahan besar-besaran karya ilmuwan dan filsuf Yunani ke bahasa Arab. Di bawah dukungan khalifah Al-Makmun, penerjemahan literatur dari berbagai bahasa mendapat perhatian dan dikawal oleh insitusi perpustakaan Baitul Hikmah. (Baca: “Ar-Rafd al-Maymun”: Kitab dari Madura tentang Hukum Main Piano)

Produk intelektual para ilmuwan Yunani ini merentang dalam berbagai bidang, baik aspek teori maupun praksisnya. Kedokteran sebagai ilmu pengobatan memiliki konsep-konsep yang mesti diaplikasikan dalam praktek pengobatan. Menjadi unik ketika musik mulai dilirik sebagai elemen yang memiliki efek menyembuhkan bagi manusia.

Perkara hukum bermain musik yang menjadi debat beberapa ulama fiqih, tampaknya tidak begitu berpengaruh pada telaah musik ini. Kebanyakan orang faktanya menyukai dan mendengarkan musik.

Asumsi bahwa musik bisa bermakna pada praktik kedokteran dirumuskan secara filosofis. Musik sejalan dengan eksistensi cara beragama yang “memakai rasa” dan cenderung metaforik – terutama dalam tradisi kaum sufi – dan menunjang perkembangan kajian hubungan musik dan diri manusia. Sebenarnya bagaimana pandangan ulama sendiri tentang musik? Simak penjelasan Ustadz Yunal Isra mengenai hukum mendengarkan musik dalam Islam!

Baca Juga :  Hukum Imunisasi dalam Hukum Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here