Hukum Melangkahi Kuburan Menurut Ulama Fikih

1
1669

BincangSyariah.Com – Salah satu syariat dalam Islam yang wajib dilakukan oleh kaum Muslim adalah menguburkan jenazah. Islam juga mewajibkan agar jenazah dihormati, mulai sejak dimandikan, dikafani, disalati dan dikuburkan. Setelah jenazah dikuburkan, kita juga dianjurkan untuk senantiasa menziarahi dan mendoakannya agar diberi keselamatan oleh Allah.

Selain itu, setelah jenazah sudah diletakkan di dalam kubur, dia masih memiliki kehormatan yang harus kita jaga. Menghina kehormatan jenazah termasuk perbuatan dosa dan tercela. Di antara bentuk penghinaan terhadap kehormatan jenazah adalah menyebut perbuatan-perbuatan buruknya, juga duduk-duduk, melangkahi atau jalan-jalan di atas kuburannya.

Bahkan disebutkan dalam sebuah hadis bahwa berjalan di atas bara api atau pedang masih lebih disukai oleh Nabi saw. dibanding berjalan atau melangkahi kuburan seorang Muslim. Ini menunjukkan bahwa melangkahi dan berjalan di atas kuburan termasuk perbuatan yang sangat dilarang oleh Nabi saw. Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dari Uqbah bin ‘Amir, Nabi saw. bersabda;

لَأَنْ أَمْشِي عَلَى جَمْرَة أَوْ سَيْف , أَوْ أَخْصِف نَعْلِي بِرِجْلِي أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَمْشِي عَلَى قَبْرِ مُسْلِمٍ

“Sungguh aku berjalan di atas bara api atau pedang, atau aku menjahit sandalku menggunakan kakiku lebih aku sukai dibanding aku harus berjalan di atas kuburan seorang Muslim.”

Mari kita dengarkan pemaparan dari Ustz. Juriyanto, Lc. soal bagaimana hukum melangkahi kuburan agar kita kembali mempelajari bagaimana adab berziarah yang benar.

Baca Juga :  Menghina Agama Lain Bukan Jihad

1 KOMENTAR

  1. Bagaimana kita umat yang mengubur,setelah itu kita injak2 kuburannya.
    Apakah itu haram…
    Lantas bagaimana cara kita mengubur kan orang mati.
    Sedangkan kuburan umum sudah padat,dan mau tak mau kita pasti ke injak kuburan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here