Hijrah Material dan Spritual Menurut Alwi Shihab

0
10

BincangSyariah.Com – Hijrah secara bahasa itu berasal dari kata hajara, artinya meninggalkan, meninggalkan satu tempat ke tempat lain. Fisik kita berpindah dari satu kota ke kota lain, dari satu daerah ke daerah lain, itu yang namanya hijrah. Alwi Shihab berpendapat bahwa hijrah itu menyangkut banyak aspek, hijrah Rasulullah, hijrah-hijrah para nabi, dan apa hikmah daripada hijrah-hijrah tersebut yang menjadi tradisi para nabi-nabi dan juga tradisi yang sering dilakukan oleh manusia biasa.

Hijrah juga bisa dibagi menjadi hijrah material; sifatnya menyangkut hal-hal duniawi dan juga ada hijrah spiritual. Sebagaimana kita ketahui akhir-akhir ini banyak di antara artis-artis kita menyatakan dirinya berhijrah. Artinya berhijrah dari kehidupan lingkungan yang kurang spiritual, menjadi lingkungan yang penuh spiritualisme.

Mereka berusaha untuk mengubah jati dirinya dari yang biasanya berpura-pura dalam lingkungan yang panas, lalu kesadaran datang, langsung ingin mengubah dirinya menjadi orang yang lebih baik.

Contoh-contoh hijrah di dalam sejarah, kita ingat betul hijrah Nabi Musa dari Mesir. Cerita Nabi Musa pada suatu saat dia berhadapan dengan kelompok Koptik Mesir dan kelompok Bani Israil dua di antara mereka ini satu dengan lainnya berkelahi sehingga Nabi Musa melihat bahwa salah satu di antaranya dianiaya.

Orang-orang Bani Israil dianiaya oleh orang-orang Koptik sehingga dia membantu orang Bani Israil tadi dan dia memukul lawannya dan akhirnya terjatuh dan meninggal. Nabi Musa merasa ketakutan karena khawatir akan dikeroyok, khawatir akan ada balas dendam dan sebagainya, maka dia berhijrah dari Mesir ke satu daerah yang namanya Madyan dimana dia bertemu dengan orang tua yang ceritanya panjang.

Berhijrah, kita juga mengetahui ada hijrah pendukung Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebelum Beliau berhijrah ke Madinah, kelompok muslim yang teraniaya di Mekkah diperintahkan oleh Rasulullah untuk berhijrah ke Abbesinia atau Etiopia dimana ada seorang raja Katolik Najasyi yang menerima mereka. Itu juga hijrah.

Baca Juga :  Kata Ustadz Evie Effendi Ibadah Malam Nisfu Sya'ban Tidak Ada Dalilnya, Benarkah?

Ada lagi hijrah Nabi ke Thaif pada saat Beliau ingin menyampaikan dakwahnya di Thaif tetapi ditolak mentah-mentah dan Rasulullah mengalami bukan saja gangguan kata-kata tetapi juga dicederai oleh mereka yang ada di Thaif. Itu juga hijrah namanya.

Al-Qur’an menyampaikan kepada kita kata hijrah ini banyak digunakan di dalam Al-Qur’an. Artinya hijrah meninggalkan satu tempat, satu daerah ke daerah yang yang lain, satu keadaan ke keadaan yang lain.

Di dalam Al-Qur’an Nabi diperintahkan, “waṣbir ‘alā mā yaqụlụna wahjur-hum hajran jamīlā”. Nabi sewaktu mengalami penindasan di Mekkah, Beliau diperintahkan untuk bersabar terhadap apa yang mereka orang-orang Quraisy Jahiliah yang mencemoohkan, menuduh seorang gila, Nabi seorang yang pendusta dan sebagainya.

Allah memerintahkan bersabarlah terhadap apa yang mereka utarakan, apa yang mereka cemoohkan, apa yang mereka makikan. “Wahjur-hum”, wahjur artinya tinggalkan mereka. “Hajran jamīlā”, jadi tinggalkan secara baik tidak perlu untuk diladeni.

Juga di dalam Al-Qur’an ada ayat pendek, “war-rujza, diperintahkan kita umat Islam dan di situ ditujukan kepada nabi untuk disampaikan wahai umat Islam, jauhilah maksiat “rujza fahjur”, jauhi maksiat.

Kalau kita mau melihat kategori hijrah ini maka ada hijrah yang semata-mata orang berpindah dari satu tempat seperti apa yang terjadi akhir-akhir ini, berpindah dari Suriah, berpindah dari perbatasan Irak ke Eropa, itu semuanya pada dasarnya disebabkan karena kesulitan hidup sehingga dia berhijrah. Ini yang dimaksud dengan hijrah yang sifatnya material, menyelamatkan diri dari situasi, keadaan yang keadaan yang mencengkam. Tapi ada juga yang spiritual, yang tadi saya sebutkan, hijrah para artis.

Hijrah para artis ini adalah digolongkan sebagai hijrah spiritual bukan untuk mendapatkan keuntungan material, tidak sama dengan hijrah orang-orang yang berpindah dari Suriah ke Eropa karena mengharapkan kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga :  Video: Lima Waktu Pembayaran Zakat Fitrah

Hijrah spiritual ini banyak, contohnya di dalam Al-Qur’an. Simak selengkapnya di Podcast Alwi Shihab berikut:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here