Haruskah Perempuan Berhijab Menutup Bagian Dada?

0
32

BincangSyariah.Com – Ada banyak muslimah di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, yang kerudungnya tidak selalu dalam bentuk kain terjulur yang menutup bagian dada. Ini misalnya dapat kita lihat dari model berkerudung yang dimasukkan ke dalam kerah baju. Misalnya, seperti yang dikenakan oleh sejumlah pegawai (baik negeri maupun swasta, petugas keamanan (polisi atau tentara), atau seperti yang digunakan pasukan pengibar bendera (paskibra) di lembaga pendidikan atau acara resmi negara.

Sebagian kaum muslimin memahami berhijab menutup bagian dada tersebut menganggap yang menggunakan model kerudung tidak menjulur atau tidak berhijab panjang, belum dikategorikan sebagai menutup aurat. Landasannya menurut yang berpendapat seperti ini adalah redaksi dalam ayat surah An-Nur [24]: 31,

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوْبِهِنَّ…

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain hijab ke juyūb mereka.”

Namun, benarkah jika kata juyuub dalam ayat tersebut mutlak dimaksud adalah menjulurkan kain untuk menutupi dada, sehingga yang tidak menggunakan model tersebut dianggap tidak menutup aurat? Lebih jauh lagi, sebenarnya apakah makna aurat dan hijab itu sendiri? Mari selengkapnya kita dengar paparan Ustadzah Isna Rahmah Shalihatin, M.Pd terkait masalah tersebut. Semoga bermanfaat!

Baca Juga :  Batalkah Puasa Perempuan yang Membuka Aurat Saat Berpuasa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here