Benarkah Rasulullah Meramalkan Penggunaan Dinar dan Dirham di Akhir Zaman?

0
24

BincangSyariah.Com – Baru-baru ini viral sebuah pasar yang menggunakan dinar (koin emas) dan dirham (koin perak) sebagai alat transaksi jual beli. Mereka berdalih menggunakan sistem perdagangan pada zaman Nabi Muhammad saw. Dilihat dari hukum Islam, apakah pemakaian dinar dan dirham di akhir zaman dalam transaksi jual beli termasuk sunnah Nabi?

Penggunaan dinar dan dirham sebagai alat transaksi jual beli marak digencarkan oleh sebagian kecil muslim di Indonesia. Ini di antaranya digerakkan oleh sekelompok ustadz akhir zaman yang menurut kami kurang tepat dalam memahami sebuah pesan Rasulullah dalam hadisnya.

Setelah ustadz Ahong telusuri, ternyata ustadz akhir zaman itu mengutip hadis riwayat sahabat al-Miqdam bin Ma’di Karib.

Begini redaksi Arabnya:

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَنْفَعُ فِيهِ إِلَّا الدِّينَارُ وَالدِّرْهَمُ

Artinya: “Suatu saat nanti manusia akan merasakan masa di mana hanya dinar dan dirham yang bermanfaat di masa itu.”

Apakah benar hadis itu bermakna Rasulullah meramalkan bahwa nanti umat manusia hanya bertransaksi dengan dinar dan dirham di akhir zaman? Apakah pada masa Rasulullah, dinar dan dirham itu khusus digunakan umat Muslim atau memang bangsa lain menggunakan mata uang yang sama? Artinya, Rasulullah mengikuti sistem keuangan bangsa lain.

Mari kita kupas satu persatu. Simak penjelasan Ustadz Ahong! Jangan lupa like, share, dan subscribe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here