Aplikasi Injil Bahasa Minang Minta Dihapus, Zaman Rasulullah Ada Terjemahan Alkitab Berbahasa Arab Loh!

8
2030

BincangSyariah.Com – Aplikasi Injil bahasa Minang menuai kontroversi dan protes. Gubernur Sumatera Barat ikut turun tangan.

Ia menyurati Kominfo untuk menghapus aplikasi tersebut. Sontak sikap ini pun menuai banyak protes masyakarat yang menganggap sikap Gubernur Sumbar itu diskriminatif.

Padahal zaman Rasulullah aktivitas penerjemahan kitab suci Ahli Kitab pun pernah terjadi.

“Ahli kitab (Yahudi) membaca taurat dengan bahasa Ibrani, dan menerjemahkannya untuk orang Islam ke dalam bahasa Arab. Rasulullah tidak pun merespon tindakan tersebut, “Jangan membenarkan Ahli Kitab, juga jangan mendustakannya” (HR Bukhari).

Bahasa Arab itu bahasa Al-Qur’an, bahasa Nabi, tapi beliau tidak melarangnya. Oleh karena itu, janganlah kita mendiskriminasi sesama umat beragama di Indonesia yang majemuk ini.

Baca Juga :  Peran Mahram Bukan untuk Mengekang

8 KOMENTAR

  1. Wah harusnya mereka memahami hal Aqli dan Naqli agar , kayaknya sudah ada yg mencoba – coba terus apa bedanya Kamus terjemahan lalu terjemahkan ke beda bahasa bahkan scr suku bahasa

  2. Maksudnya memakai bahasa minang untuk apa coba?, semua orang minang beragama islam. Pasti ada maksud terselubung.

    • Adakah datanya? Bukannya yang keturunan Minang juga ada yang non-Muslim? Taunya ada maksud terselebung bagaimana? Apa yang jadi tolak ukur? Coba berpikir!

  3. Hrs dibedakan orang padang dgn orang minang, orang minang turunannya jelas muslim sementara orang padang belum tentu orang minang sehingga bisa jd turunan mereka beragama non muslim

  4. Hrs dibedakan orang padang dgn orang minang, orang minang turunannya jelas muslim sementara orang padang belum tentu orang minang sehingga bisa jd turunan mereka beragama non muslim

  5. Harus dipahami juga bhw minang tu suku jadi orang padang belum tentu orang minang dan orang minang tu jelas muslim

  6. Untuk apa harus dipakai bahasa minang, orang minang semua beragama islam, ketika dia tak beragama islam maka tidak ada minang baginya, kemudian untuk orang yang tinggal di minang Non muslim yang memakai bahasa minang bukankah cukup memahami Injil dengan bahasa Indonesia saja?

  7. Semua orang minang adalah islam, Ketika seorang minang tidak beragama islam maka tidak ada minang baginya. Kemudian untuk non muslim yang tinggal diminang yang memakai bahasa minang untuk memahami injil bukankah cukup dengan bahasa Indonesia saja?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here