Alwi Shihab: Cara Menyikapi Ibadah Puasa dan Tarawih di Tengah Wabah Corona

0
61

BincangSyariah.Com – Puasa adalah sarana untuk mendekatkan kita kepada Tuhan. Dari itu, puasa adalah satu-satunya ibadah yang betul-betul istimewa di mata Tuhan dan ganjarannya langsung diberikan kepadanya. Puasa bukan hanya bagi umat Islam, tapi semua agama. Bahkan Nabi Musa sebelum menghadap Tuhan, dia diperintahkan puasa empat puluh hari. Artinya apa? Puasa ini adalah cara manusia untuk menyucikan dirinya dengan mengharapkan ganjaran, anugerah, perlindungan dari Yang Maha Kuasa.

Jadi umpamanya pun kita tidak bisa Tarawih, mari kita cari jalan penggantinya. Penggantinya apa? Kita bisa Tarawih di rumah dengan keluarga. Kalau yang belum punya anak, ya cukup suami istri, lalu kita betul-betul mendekatkan diri, karena pada bulan puasa itu sebenarnya sepuluh hari terakhir dianjurkan untuk kita beri’tikaf. Tanpa kita melakukan i’tikaf di masjid, kita juga bisa beri’tikaf di rumah.

Jadi ibadah puasa ini adalah ibadah yang istimewa di mata Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan diharapkan dari kita yang berpuasa, kita berada di rumah. Dengan adanya Corona ini, kita bisa lebih akrab dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita berpuasa, karena diharapkan dengan puasa ini kita bisa mencapai takwa yang lebih dalam, kita bisa sesuai dengan ayat-ayat.

Dalam rangkaian kewajiban puasa itu, ada tiga karakteristik yang diharapkan dari seorang yang berpuasa. Selain takwa kepada Allah yaitu mendekatkan diri, tidak melupakan perintah-perintah-Nya, melaksanakannya dengan baik, lalu meninggalkan larangannya. Itu adalah definisi takwa.

Tapi juga diharapkan orang yang berpuasa ini bersyukur. Nah kita dalam keadaan sulit ini, kita harus membiasakan diri pandai bersyukur pada Tuhan, karena kita berada di rumah, tidak bekerja, lalu kita tertekan, tapi kita harus juga bisa melihat orang-orang yang mungkin tidak lebih, tidak beruntung dari kita sehingga kita bersyukur. Kita bersyukur bahwa kita diberi kesehatan. Kita bersyukur bahwa keadaan kita masih lebih baik dari banyak orang yang juga mengalami kesulitan dalam hidupnya.

Baca Juga :  Aplikasi Injil Bahasa Minang Minta Dihapus, Zaman Rasulullah Ada Terjemahan Alkitab Berbahasa Arab Loh!

Selengkapnya simak penjelasan Cendekiawan Muslim Alwi Shihab

 

Konten ini hasil kerjasama antara Bincang Syariah dan Warganegara.org

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here