3 Kebohongan Ustadz Akhir Zaman Mengenai Imam Mahdi

0
1728

BincangSyariah.Com – Dalam pengajiannya, Ustadz Rahmat Baequni menjelaskan Imam Mahdi akan diutus setelah banjir darah di Mekah, di sekitar Masjidil Haram dan Ka’bah, karena ada tiga putra Mahkota yang berkelahi, berperang berebut kekuasaan. Apakah Raja Salman akan meninggal tahun depan jika Imam Mahdi diutus tahun depan? (Baca: Ini Kebohongan Soal Imam Mahdi Ada di Qatar; Hadisnya Munkar)

Selain itu, Ustadz Baequni juga menyebutkan bahwa usia Imam Mahdi saat di tahun 2019 itu sudah mencapai 39 tahun, dan akan muncul pada tahun 2020 ketika usianya mencapai 40 tahun. Rupanya ia mengutip sebuah hadis mengenai kemunculan Imam Mahdi. Setelah kami telusuri ternyata hadis yang dimaksud itu terdapat dalam beberapa kitab sejarah dan hadis, seperti kitab Musnad al-Syamiyyin dan al-Mu‘jam al-Kabir karya Imam al-Thabrani, al-Fitan karya Nu’aim bin Hammad, al-Sunan karya Abu Amr al-Dani, dan Tarikh Dimasyq karya Ibnu Asakir. Tapi darimana ia tahu kalau Imam Mahdi sudah berusia 39 tahun?

Dan apakah hadis yang dikutipnya mengenai usia 40 tahun Imam Mahdi itu dapat dipertanggungjawabkan validitasnya?

Redaksi Hadis di Musnad al-Syamiyin dan al-Mu‘jam al-Kabir Hadis mengenai sosok Imam Mahdi yang akan meraih kesuksesan di usianya yang ke-40 tahun itu bersumber dari sahabat Nabi Abu Umamah yang mendengar Rasulullah SAW bersabda:

«سَيَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الرُّومِ أَرْبَعُ هُدَنٍ، الرَّابِعَةُ عَلَى يَدِ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ هِرَقْلَ تَدُومُ سَبْعَ سِنِينَ “. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ عَبْدِ الْقَيْسِ يُقَالُ لَهُ: الْمُسْتَوْرِدُ بْنُ خَيْلَانَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ إِمَامُ النَّاسِ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: ” مِنْ وَلَدِي، ابْنُ أَرْبَعِينَ سَنَةً، كَأَنَّ وَجْهَهُ كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ، فِي خَدِّهِ الْأَيْمَنِ خَالٌ أَسْوَدُ، عَلَيْهِ عَبَاءَتَانِ قَطْوَانِيَّتَانِ، كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ بَنِي إِسْرَائِيلَ، يَمْلِكُ عِشْرِينَ سَنَةً، يَسْتَخْرِجُ الْكُنُوزَ، وَيَفْتَحُ مَدَائِنَ الشِّرْكِ»

Baca Juga :  Viral 3 Suster Katolik Nyanyikan Lagu Lebaran, Ini 3 Contoh Non-Muslim Toleran di Zaman Rasulullah

Artinya: “Ada suatu masa di antara kalian dan bangsa Romawi terdapat empat kali gencatan senjata. Gencatan senjata yang keempat itu berada di bawah kekuasaan anggota keluarga Heraklius yang berkuasa selama 7 tahun. Seseorang dari keturunan Abdul Qais bernama al-Mustaurid bin Khailan itu bertanya pada Rasulullah, “Rasul, siapakah nanti imam kami pada saat itu?” “Dia dari keturunanku, berusia 40 tahun, wajahnya bagai bintang berkilau, di pipi kananya terdapat tanda hitam, memiliki dua selendang katun, seperti keturunan Bani Israel, berkuasa selama 20 tahun, mengeluarkan harta karun, dan membebaskan kota-kota syirik.” (HR al-Thabrani).

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Lisanul Mizan mengatakan bahwa hadis di atas merupakan hadis yang tidak shahih (khabar bathil), karena terdapat rawi bernama Anbasah bin Abi Shagirah. Hal senada diperjelas oleh Imam Ibnu Katsir dalam Jami‘ al-Masanid wa al-Sunan.

Menurutnya, Anbasah itu tidak dikenal secara baik identitasnya. Dalam ilmu hadis, kategori rawi seperti ini disebut dengan majhul (tidak diketahui sosok dan identitas). Oleh karena itu, riwayat yang dinisbatkan kepada Rasulullah atau dikenal dengan hadis marfu’ ini dapat dinilai sebagai hadis dhaif. Simak selengkapnya video berikut ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here