Orang Pemberani Menurut Rasulullah

0
1246

BincangSyariah.Com- Setiap manusia diciptakan dengan keistimewaan masing-masing. Tuhan memberikan banyak anugerah kepadanya. Kekuatan baik lahir maupun batin merupakan salah satu anugerah besar dan simbol kesempurnaan manusia. Satu hal penting yang harus diingat bahwa Tuhan tidak menilai kesempurnaan dari fisik melainkan hati seseorang. Sehingga wajar bila gelar terkuat tidak diberikan kepada mereka yang berfisik kokoh. Biasanya orang mengindentikkan pemilik kekuatan sebagai pemberani. Siapakah sebenarnya pemberani menurut Rasulullah?

Diriwayatkan dari sahabat Amir bin Abi Waqash, suatu ketika Rasul sedang berjalan kemudian melihat kerumanan yang tengah beradu mengangkat batu yang pada saat itu merupakan simbol kekuatan seseorang. Rasul lalu berkata “Apakah kalian semua menyangka bahwa kekuatan seseorang itu diukur dengan kemampuannya mengangkat sebangkah batu? Sebenarnya tolak ukur kekuatan seseorang itu dapat diketahui kemampuanya dalam menengndalikan diri ketika sedang emosi”

Rasul mengingatkan kepada kita bahwa emosi merupakan suatu hal yang sangat berat untuk ditahan dan dikendalikan, sehingga tidak jarang kecerdasan seseorang hilang tak tersisa jika dalam kondisi marah.

Pembunuhan pertama kali di dunia dilatarbelakangi oleh emosi. Konon ketika Adam dan Siti Hawa memiliki empat pasang anak, yakni Qabil yang kembar dengan Iqlema yang sama-sama rupawan dan Habil yang kembar dengan Lauda yang kebetulan sama-sama kurang rupawan. Maksud nabi Adam ingin menikahkan mereka secara silang, namun Qabil tidak terima karena dipasangkan dengan Lauda yang jelek, sementara Habil dipasangkan dengan Iqlema yang cantik.

Atas  kebijakan itu,  Nabi Adam mengadakan sayembara dengan memberikan hadiah untuk ditujukan sebagai pendekatan diri kepada Allah SWT. Pada akhirnya Tuhan lebih memilih hadiah yang disuguhkan oleh Habil yang berupa domba  dari pada hasil panen  yang disuguhkan oleh Qabil karena dia tidak ikhlas dalam bersedakah. lantas Qabil marah dan tega mengahabisi Habil yang merupakan saudara kandungnya sendiri. Seperti diabadikan dalam Al-Qur’an:

Baca Juga :  Anjuran Memberi Sedekah kepada Pengemis, Bagaimanapun Kondisinya

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِن أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

 “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia berkata (Qabil): Aku pasti membunuhmu!. Berkata Habil: Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”( Q.S.al-Maidah, ayat 27 ).  

Betapa beratnya menahan amarah sehingga sedikit orang yang mampu menahanya. Dirasa tidak berlebihan jika Allah memuji orang-orang yang mampu menahan diri ketika tengah emosi. Allah berfirman :

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

”Orang-orang mukmin yang sempurna  (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (Q.S. Ali Imran, Ayat 134 )

Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here