Menulis Kain Kafan dengan Ayat Al-Qur’an, Bolehkah?

0
12

BincangSyariah.Com- Salah satu fardu kifayah ketika seorang muslim meninggal adalah mengkafaninya. Jenazah tersebut dibungkus menggunakan kain. Di Indonesia, kain kafan biasanya berwarna putih. Lantas bagaimana hukum menulis kain kafan tersebut dengan ayat Al-Qur’an atau asmaul husna?

Sejatinya hukum menulis kain kafan dengan ayat Al-Qur’an atau asmaul husna adalah haram. Para ulama mengatakan tak ada perintah syariat Islam yang menyuruh menulis kain kafan dengan ayat Al-Qur’an atau asmaul husna. Pasalnya, dikhawatirkan ayat Al-Qur’an tersebut akan berbaur dengan najis yang keluar dari si mayit misalnya darah atau nanah.

Pendapat ini sebagaimana dijelaskan oleh Utsman bin Abdurrahman bin Utsman bin Musa bin Abi Nashr An-Nashri Al-Kurdi Asy-Syarakhani Asy-Syahruzur, dalam kitab  Al Fatawa Ibn Shalah, ia menjelaskan tidak boleh menulis ayat Al-Qur’an atau asmaul husna pada kain kafan.

Ulama yang populer dengan nama Ibn Shalah ini mengatakan;

مسألة في الكفن: هل يجوز أن يكتب عليه سور من القرآن: يس والكهف، وأي سورة أراد، أو لا يحل هذا خوفا من صديد الميت وسيلان ما فيه على الآيات وأسماء الله تعالى المباركة المحترمة الشريفة، وهل يجوز أن يصحبه في القبر شيء من الثياب المخيطة؟

أجاب رضي الله عنه: لا يجوز ذلك، وأما المخيطة فيجوز أن يكفن في قميص

Artinya; Persoalan tentang kain kafan; apakah boleh menulis kain kafan dengan surah dari Alqyran misalnya; surah Yasin, al-Kahfi, dan Ar-Ro’du, atau surah dari Al-Qur’an yang lain yang ia inginkan. Atau tidak diperbolehkan karena takut nanah dari si mayit dan itu akan mengalir atau berbaur dengan ayat Al-Qur’an  dan asmaul husna yang mulia. Dan apakah mayit itu boleh dikuburkan dengan menggunakan kemeja (baju yang dijahit) pada saat dikubur?

Ibn Shalah menjawab; tidak boleh menulis ayat Al-Qur’an di kain kafan. Ada pun pakaian yang dijahit, maka boleh menggunakannya di dalam kubur.   

Ada juga ulama lain yang mengatakan haram menulis ayat Al-Qura’an pada kain kafan. Pendapat itu difatwakan oleh Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi, dalam kitab Nihayatus Zain Irsyadul al Mubtadiin, halaman 152.

Imam Nawawi Al Jawi mengatakan:

تحرم كتابة شيئ من القرآن على الكفن صيانة عن صديد الموتى

Artinya: haram hukumnya menulis sesuatu dari ayat Al-Qur’an pada kain kafan sebagai pemeliharaan bagi Al-Qur’an dari kotoran (nanah) dari si mayit .

Dalam Kitab al Mausu’ah al-Fiqhiyah al Kuwaitiah, pun menjelaskan tentang haramnya menulis kain kafan dengan ayat Al-Qur’an. Buku ensiklopi Fiqih terbitan Kementrian Wakaf dan Urusan Agama, negara Kuwait ini menerangkan keharaman menulis ayat Al-Qur,an atau asmaul husna di kain kafan, dengan mengutip kitab Hasiyatul Jamal A’la Syarh al Minhaj. 

Lihat keterangan al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al Kuwaitiah  berikut;

  جاء في الجمل على شرح المنهج، لا يجوز له أن يكتب عليها شيئا من القرآن أو الأسماء المعظّمة صيانة لها من الصّديد-

artinya; Tidak boleh hukumnya bahwa menulis sesuatu dari  ayat-ayat Al-Qur’an atau asmaul khusna di kain kafan, itu sebagai pemeliharaan Al-Qur’an dari kotoran (nanah) yang bersal dari si mayit.

Demikian hukum menulis kain kafan dengan ayat Al-Quran, Bolehkah?

(Baca:Hukum Menyalati Jenazah yang Belum Dikafani)

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here