Khutbah Jumat 2021: Misteri di Balik Mikraj Nabi Muhammad

1
57

BincangSyariah.Com – Berikut ini adalah teks Khutbah Jumat 2021: Misteri di Balik Mikraj Nabi Muhammad.

Khutbah I

الحمد لله رب العالمين . اللهم لك الحمد على نعمة الإسلام والايمان .ولك الحمد أن جعلتنا من أمة محمد عليه  الصلاة والسلام. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له . وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أمّا بعدُ عبادَ الله فإنّي أوصيكُمْ ونفسي بِتَقوَى الله العظيمِ القائِلِ في مُحْكَمِ كتابِهِ: ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ [سورة ءال عمران

Ungkapan rasa syukur selalu kita ucapkan pada Allah yang telah memberikan kepada kita kesehatan dan kesempatan, sehingga kita bisa berkumpul untuk melaksanakan ibadah salat Jumat. Syukur adalah rasa terima kasih seorang Hamba kepada Tuhannya. Dan lebih dari itu, syukur hakikatnya adalah kesadaran diri.

Salawat kita haturkan keharibaaan nabi yang sangat mulia, Muhammad SAW. Rasul yang sangat mencintai Umat nya. Seorang Nabi yang peduli akan umatnya. Ia yang senantiasa ingat akan umatnya, meskipun ruh sudah dikerongkongan, ingin berpisah dengan jasad, tetapi beliau masih memikirkan umatnya.

Sebagai khatib, kami berkewajiban untuk mengajak kita semua untuk meningkatkan Iman dan Takwa kita kepada Allah. Dengan Iman dan Takwa hidup kita akan bahagia di dunia dan akhirat kelak.

Hadirin pendengar khutbah Jumat 2021 yang berbahagia

Saat ini kita masih berada di tengah pandemi. Indonesia belum bebas dari Covid 19. untuk itu kami tak lupa mengingatkan kepada kita sekalian untuk selalu taat pada protokol kesehatan.

Hadirin pendengar khutbah Jumat 2021 yang berbahagia

Saat ini kita berada di bulan Rajab. Bulan Isra dan Mikraj Nabi Muhammad. Kemaren, 11 Maret 2021, bangsa Indonesia baru saja memperingati peristiwa supranatural tersebut. Perjalanan panjang yang ditempuh Muhammad dalam satu malam. Gagap gempita masyarakat Indonesia menyambut Isra dan Mikraj 1421 Hijrah ini.

Pelbagai media arus utama; cetak dan elektronik berlomba-lomba memberitakan Isra dan Mikraj Nabi. Media sosial pun tak kalah heboh. Di Twitter tranding topic, Isra dan Mikraj, Tik-Tok heboh dengan konten Isra dan Mikraj. Pun Instragram, WhatApp, dan Facebook para nitizen berlomba-lomba  memposting ucapan “selamat Isra dan Mikraj”

Di dunia nyata, pelbagai ekspresi diungkapkan masyarakat dalam menyambut Isra dan Mikraj. Ada yang  merayakan dengan mendengar ceramah di masjid. Ada juga yang menyambut Isra dan Mikraj dengan memberikan sedekah kepada yang membutuhkan. Ada juga dengan napak tilas kisah hidup Nabi. Pelbagai ekspresi itu ghalib kita jumpai di beberapa hari terakhir di negeri ini.

Syahdan, Isra dan Mikraj merujuk pada peristiwa supranatural Muhammad tahun 620-621 M (setahun sebelum hijrah). Isra adalah perjalanan nabi Muhammad dari Masjid Haram di Mekah, menuju Masjid Aqsa di Jerusalem. Ada pun Mikraj, naiknya Nabi ke langit hingga ke Sidaratul Muntaha. Perjalanan yang di luar nalar itu terjadi dalam satu malam. Tepatnya tanggal 27 Rajab.

Allah berfirman dalam Surah Al-Isra;

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Subhanal ladzi asrabi abdihi lailam minal masjidil harami ilal masjidil aqshal ladzi barokna haulahu linuriyahu min ayatina , innahu huwas sami’ul bashir

Artinya: Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Perjalanan supranatural itu mendapat pelbagai respons dari dulu hingga kini. Perdebatan alot itu masih terus membayangi seputar peristiwa Isra dan Mikraj itu. Berkelindan hingga pelbagai kubu; ada yang percaya. Ada yang menganggap Isra dan Mikraj hanya perjalanan ruh Nabi. Tetapi, tak sedikit yang mengingkari. Menganggap itu perjalan halu.

Hadirin Pendengar Khutbah Jumat 2021 yang berbahagia

Dalam Khutbah Jumat yang berbahagia ini, khatib akan  lebih banyak  membicarakan terhadap Mikraj Nabi. Konon, dalam naik Mikraj di langit itu, pelbagai rahasia diperlihatkan kepada nabi Muhammad dengan sangat jelas. Rahasia yang bisa menjadi hikmah pelajaran kepada manusia sebagai umat beliau.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah menceritakan pengalamannya bersama Jibril. Tatkala Rasul telah sampai di Masjidil Aqsa (Palestina). Seketika Buraq— yang menjadi kendaraan nabi—,  menurunkan baginda tepat di Masjid Aqsa. Tak berselang lama, beliau melaksanakan shalat dua rakaat.

Selesai shalat, kala itu Jibril datang menemui Nabi.  Kemudia Jibril  langsung menyodorkan  dua buah cangkir kepada baginda Nabi Muhammad. Satu cangkir  yang khamar, sedangkan satu lagi  cangkir yang berisi Susu. Lantas Jibril bertanya kepada ku “Pilih salah satu?”, seketika aku pun memilih susu.

Simak percakapan baginda Nabi Muhammad dan Jibril dalam hadis riwayat Imam Muslim dan Bukhari;

فَجَاءَنِي جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْرٍ وَإِنَاءٍ مِنْ لَبَنٍ فَاخْتَرْتُ اللَّبَنَ فَقَالَ جِبْرِيلُ -صلى الله عليه وسلم- اخْتَرْتَ الْفِطْرَةَ. ثُمَّ عَرَجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ) ،وفي رواية للبخاري :(ثُمَّ أُتِيتُ بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْرٍ ،وَإِنَاءٍ مِنْ لَبَنٍ وَإِنَاءٍ مِنْ عَسَلٍ ، فَأَخَذْتُ اللَّبَنَ ،فَقَالَ هِيَ الْفِطْرَةُ أَنْتَ عَلَيْهَا وَأُمَّتُكَ

Artinya; maka datang kepada Jibril a.s, dengan membawa dua buah cangkir; satu cangkir berisi khamar dan satu lagi berisi susu, maka aku pilih cangkir berisi susu tersebut. Melihat itu, Jibril berkata kepada ku; “Engkau memilih kesucian “, kemudian kami melanjutkan perjalanan Mikraj.

Pada sisi lain, menurut Riwayat Imam Bukhari redaksi hadis tersebut berbunyi; kemudian Jibril mendatangi ku dengan tiga buah mangkok; satu  mangkok berisi khamar, kemudian mangkok berisi madu, terakhir mangkok berisi susu, maka aku mengambil mangkok berisi susu. Jibril lantas berkata; “Itu adalah lambang kesucian Engkau (Muhamad) dan kesucian terhadap Umat Islam.

Hadirin pendengar Khutbah Jumat

Para ulama berkata yang dimaksud dengan fitrah dalam hadis ini adalah Islam. Ada pelbagai hikmah ketika Islam itu diibaratkan dengan susu.  Pasalnya susu tergolong minuman yang baik. Susu itu Bersih (fitrah) dan putih.  Susu itu  manis dan memberikan manfaat bagi manusia.

Ini sejatinya memberikan iktibar kepada umat Islam, sejatinya ketika telah memeluk agam Islam, perilakunya harus sesuai fitrahnya. Ketika ia mendaku diri sebagai Islam, akhlaknya pun harus Islami. Ketika menggemborkan diri Islam, ia menjauhi dengki, hasad, dan berburuk sangka kepada umat Islam lain. Ingat! fitrah manusia adalah bersih, baik, dan memberikan manfaat terhadap orang lain.

Rasul bersabda:

خير الناس أنفعهم للناس

Artinya; Sebaik-baik manusia adalah orang yang memberikan manfaat bagi manusia lain (H.R Ahmad dan H.R Thabrani)

Hadirin Pendengar Khutbah Jumat 2021 yang berbahagia

Dalam kitab as-Siratu an Nabawiyah; Ar’du Waqiin wa Tahlilu Ahdasin, karya Ali Muhammad As Shulabi, menjelaskan Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Ia menciptakan Islam, karena sejatinya fitrah manusia adalah suci tanpa ada noda. Islam sesuai dengan ajaran dasar manusia.

Untuk itu jibril pun berpesan kepada Muhammad, Islam adalah hadiah bagi Muhammad. Pun Islam juga hadiah besar bagi umat Muhammad. Sebab Islam adalah fitrah. Fitrah itu suci. Islam melingkupi keduanya; suci dan fitrah. Kemudian Jibril mendesak Nabi untuk mendirikan suatu negara yang berdasarkan Islam, dan menegakkan hukum  di antara manusia dengan sesuai dengan ajaran Islam  yang suci itu. Dengan demikian tak ada manusia yang merasa terdzalimi.

Di samping itu, Islam sebagai agama yang menjunjung nilai fitrah dan kesucian, maka dalam Islam semua manusia itu hakikatnya sama. Muhammad Ali as-Shulabi menjelaskan bahwa Islam itu menaungi semua manusia, tanpa membedakan antara kulit hitam dan putih. Islam itu tak membedakan antara orang Arab dan bukan orang Arab (A’jami).

Kelak prinsip ini  beliau cetuskan dalam Piagam Madinah. Sejatinya, Isra dan Mikraj sangat mempengaruhi karier Nabi ke depan, baik kafasitasnya sebagai seorang Nabi, pun sebagai pemimpin sebuah negara Madinah. Isra dan Mikraj memberikan sumbangsih yang besar bagi Rasul terlebih ketika beliau telah Hijrah ke Madinah kelak.

Hadirin Pendengar Khutbah Jumat 2021 yang berbahagia

Di sisi lain, terdapat pula kisah menarik seputar Mikraj Muhammad. Alkisah, oleh Jibril Nabi dituntun untuk melihat nasib orang yang enggan membayar zakat. Kondisinya memprihatinkan. Disiksa sedemikian rupa. Dicambuk setiap saat. Makanannya dari pohon yang berduri. Minumannya dari nanah yang kotor.

Berikut kisahnya;

وابن جَرير عن أبي سعيدٍ رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم أتى على قومٍ على أقبالهم رِقاع وعلى أدبارهم رِقاع، يَسرَحون كما تسرح الإبلُ والغنم، ويأكلون الضَّريع والزقُّوم، ورَضْفَ جهنَّم وحجارتَها! قال: (فما هؤلاء يا جبريل؟) قال: (هؤلاء الذي لا يؤدُّون صدَقات أموالهم، وما ظلَمَهم الله تعالى شيئًا، وما الله بظَلاَّم للعبيد). فهؤلاء الذين يُقدِّسون أموالهم ويضَعونها في مستَوى كرامتهم وإنسانيتهم

Artinya; Kemudian Nabi saw menghampiri kaum yang lain, di qubul mereka ada tambalan dan di dubur mereka pun ada tambalan, mereka mengais-ngais makanan kayu berduri dan buah sangat pahit di atas batu panas neraka seperti lahapnya binatang ternak memakan. Aku bertanya : Apa yang terjadi pada mereka itu wahai Jibril ? Jawabnya : mereka adalah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta benda. Allah tidak menzalimi mereka, Allah tidak mungkin menzalimi para hamba.

Saudara Pendengar khutbah Jumat 2021

Sejatinya ini meruapakn ikhtibar agar umat Islam tak menikmati kekayaan sendiri. Dalam Islam, dibalik kemewahan harta mu yang luas, ada hak orang lain di sana. Maka kau wajib membaginya, agar kehidupan berjalan selaras. Ada kaya, ada miskin. Si kaya tak semakin kaya, si miskin pun tak semakin terpuruk. Islam mengatur itu sedemikian rupa.

Mikraj ini adalah gambaran kelak manusia yang kikir dan memakan harta orang lain. Ia akan diberikan azab Tuhan yang sangat menyakitkan. Inilah pelajaran berharga dari Islam, agar manusia di dunia tak terjatuh dalam ketamakan. Agar manusia, tak masuk dalam kerasukan. Bila sudah tamak? Maka apapun akan disikat. Korupsi, maling, dan tak peduli kepada manusia lain. Islam datang untuk meluruskan yang demikian.

Demikianlah Khutbah Jumat 2021 yang singkat ini dengan tema

Khutbah Jumat II

الحمد لله رب العالمين . اللهم لك الحمد على نعمة الإسلام والايمان .ولك الحمد أن جعلتنا من أمة محمد عليه  الصلاة والسلام. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له . وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين   اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ رَبَّنَا اغْفِرْ وََارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ

Demikian Khutbah Jumat 2021: Misteri di Balik Mikraj Nabi Muhammad

(Baca:Khutbah Jumat 2021: Hikmah Isra dan Mikraj: Sabar dan Ikhlas Menghadapi Cobaan)

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here