Gusdurian Ciputat Peringati Satu Dekade Haul Gus Dur

0
130

BincangSyariah.Com – KH. Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur telah wafat pada tanggal 30 Desember satu dekade yang lalu. Para murid dan pengagum Gus Dur yang tergabung dalam Jaringan Gusdurian di berbagai kota ikut menyelenggarakan peringatan Haul dalam rangka mengingat kembali memori perjuangan dan nilai yang ditanamkan Presiden RI ke-4 bagi bangsa Indonesia. Gusdurian Ciputat menjadi salah satu komunitas yang turut mengadakan Peringatan satu dekade Haul Gus Dur pada Senin, (30/12/19) tepat di tanggal yang sama ketika ia wafat.

Gelaran acara Haul Gusdurian Ciputat mengangkat tema “Kebudayaan Melestarikan Kemanusiaan” menghadirkan beragam pentas seni dari Musik Jalanan Center (MJC) hingga angklung Pojok Seni Tarbiyah (Postar). Selain pagelaran seni, doa dan tahlil juga dibacakan menambah hikmat dan sakral acara haul Gus Dur. Adapun bincang tentang sosok Gus Dur dalam format talkshow bersama Muhammad A.S Hikam, Priyo Sambadha, Pdt. Yerry Pattinasarany, dan Pdt. Statistik Siahaan menjadi acara puncak dari seluruh rangkaian Haul.

“Saya ingat betul kami kelabakan ketika open house di Istana, protokoler sudah menyiapkan agar jamuan untuk masyarakat bertempat di teras Istana, tidak di dalam. Karena karpetnya masih baru dan sebagainya. Tetapi Presiden Gus Dur menghendaki jamuan berada di dalam. Disinilah Presiden Gus Dur memulai kultur baru, Istana tidak lagi menjadi tempat yang menyeramkan bagi masyarakat,” ujar Priya Sambadha yang merupakan pegawai protokoler Presiden sejak era Soeharto hingga sekarang mengabdi di keluarga Gus Dur.

Muhammad AS. Hikam juga bercerita tentang pengalamannya ketika menjadi Menteri Riset dan Teknologi di era pemerintahan Gus Dur. Ia berpendapat bahwa pendekatan budaya yang dilakukan Presiden Gus Dur belum dilakukan sebaik pada masa pemerintahannya. “Saya ingat betul bagaimana Ia menghadapi Papua dengan pendekatan budaya,” terangnya.

Baca Juga :  Humor Gus Dur: Alasan Gus Dur Mengucapkan Salam di Awal Pidato

Pdt Statistik Siahaan dan Pdt. Yerry Pattinasarany lebih banyak bercerita tentang pengalaman membina anak muda dan umat kristiani agar memperkokoh nilai-nilai toleransi dan pluralisme sebagaimana telah dilakukan Gus Dur.

Acara berlangsung meriah dan seru ini ditutup dengan doa lintas agama. Para peserta yang ikut memeriahkan acara berasal dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Mereka semua mendapat suntikan semangat untuk meneruskan perjuangan sosok Gus Dur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here