Cara Memandang Diri Sendiri dan Orang Lain yang Paling Dibanggakan Allah

0
2689

BincangSyariah.Com – Sebagian besar orang selalu terjebak dalam ego untuk menilai orang lain. Pekerjaan untuk menilai diri sendiri biasanya kurang begitu memotivasi, tetapi saat diberikan tantangan untuk menilai orang lain, maka gairah dan motivasi akan bersatu padu dalam antusiasme untuk menemukan jati diri orang lain tersebut.

Jika tak ingin dinilai buruk oleh orang lain, maka jangan bicara buruk tentang orang lain. Karena ternyata, menurut hasil penelitian terkini, penilaian kita terhaadap orang lain bisa dihubungkan dengan kepribadian kita sendiri.

Dustin Wood, PhD, dari Wake Foret University mengatakan kepada WebMD bahwa persepsi kita terhadap orang lain akan menceritakan siapa diri kita sebenarnya. Contoh, kala kita memandang positif terhadap orang lain menunjukkan sisi positif pada diri kita.

Dalam kitab Hayatussalaf Baina Al Qaul wal ’Amal karya Syekh Ahmad bin Nashir Ath-Thayar dijelaskan sebuah cara pandang yang paling dibanggakan oleh Allah, baik kita memandang diri sendiri maupun memandang orang lain. Hal tersebut dinyatakan dalam pemaparan di bawah ini:

من أعظم خصلة ترجى للمؤمن أن يكون أشد خوفا على نفسه وأرجاه لكل مسلم

Di antara sifat mulia yg paling dibanggakan oleh Allah saat memandang diri sendiri yaitu di balik amal ibadahku yang belum tentu diterima, jangan-jangan ada seribu dosa yg belum tentu diampuni. Sedangkan untuk memandang orang lain yaitu di balik dosa-dosanya yang boleh jadi diampuni oleh Allah, jangan-jangan ada seribu kebaikan yang diterimaNya.

Pemaparan tersebut menjelaskan kepada kita bahwa sejatinya berbaik sangka adalah satu hal yang mulia dan disukai oleh Allah. Banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh  ketika kita selalu berbaik sangka  kepada orang lain. Salah satunya adalah hubungan persahabatan dan persaudaraan akan menjadi lebih baik.

Baca Juga :  Berbaik Sangkalah kepada Allah

Hal ini karena berbaik sangka dalam berhubungan antara kita akan menghindari terjadinya keretakan hubungan. Bahkan keharmonisan hubungan akan semakin terasa karena tidak ada kendala-kendala psikologis yang mengahambat hubungan itu. (Kumpulan Artikel tentang Manfaat Berbaik Sangka kepada Allah)

Oleh karena itu dalam memandang orang lain, kita utamakan untuk mendahulukan pandangan-pandangan yang positif. Mungkin ada seseorang yang terbilang sering melakukan perbuatan maksiat, namun bisa saja maksiat tersebut telah dimaafkan oleh Allah dan ada seribu kebaikan darinya yang diterima oleh Allah.

Kita tak pernah tahu risalah amal dan hati seseorang, oleh karena itu hindari memandang orang lain dengan pandangan yang buruk atau berburuk sangka. Jika yang demikian bisa diaplikasikan dalam sehari-harim kita tidak akan terejebak dalam ego saat menilai dan memandang orang lain.

Namun untuk memandang diri sendiri, kita dianjurkan untuk tidak menonjolkan beberapa amal ibadah yang telah dilaksanakan untuk-Nya. Bukankah setiap amal yang dilakukan itu belum tentu diterima oleh Allah? Atau mungkin saja masih ada dosa-dosa yang belum diampuni oleh-Nya? Jika kita bisa memandang diri kita dengan cara tersebut, kita akan mendapatkan hati yang ikhlas dan tidak akan berlaku sombong atas siapapun.

Dua cara pandang di atas penting untuk diketahui oleh segenap insan. Tujuannya adalah agar tidak salah memandang atau menilai orang lain. Karena jika cara pandangnya salah terhadap orang lain, maka yang terjadi adalah kehadiran sikap berburuk sangka kepada orag lain dan memandangnya lebih rendah dari diri sendiri. Atau memandang diri sendiri dengan cara tidak baik akan menimbulkan rasa bangga atau sombong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here