Zikir Sunah Dilakukan Setelah Salat Fardu atau Setelah Salat Sunah Rawatib?

0
2635

BincangSyariah.Com – Sunah setelah salat wajib untuk berdoa dan membaca zikir sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah saw. Namun jika takut waktu salat sunah rawatib habis, bolehkah membaca zikir setelah melaksanakan salat rawatib?

Pada dasarnya membaca zikir, tasbih dan bacaan doa setelah salat lainnya dianjurkan setelah salat wajib. Sebagaimana dikatakan dalam hadis berikut

 كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا، وَقَالَ: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ. رواه مسلم

Adapun Rasulullah saw. jika telah selesai salat membaca istighfar tiga kali lalu mengucapkan doa,  allahumma anta al-salam wa minka al-salam tabarakta dza al-jalali wal ikram – Ya Allah Engkaulah as-Salaam dan dariMulah keselamatan. Maha Suci Engkau wahai pemilik kemuliaan dan kemurahan (HR. Muslim).

Berdasarkan hadis di atas maka yang benar adalah menyegerakan berzikir setelah salat fardu sebelum melakukan salat sunah rawatib. Ibnu Hajar mengatakan maksudnya adalah agar antara salat fardu dan zikir tidak terputus dengan jeda yang panjang, tidak juga jeda dengan salat sunah rawatib sehingga ditakutkan akan hilang keutamaan zikir setelah salat tersebut

Demikian pula Menurut mazhab Syafi’iyah, zikir sunah setelah salat wajib, maka akan hilang kesunahannya jika dilakukan setelah jeda yang lama meski dengan jeda selama salat sunah rawatib.

Dalam hadis lainnya juga disebutkan

 عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ:مُعَقِّبَاتٌ لَا يَخِيبُ قَائِلُهُنَّ ـ أَوْ فَاعِلُهُنَّ ـ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ: ثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَسْبِيحَةً، وَثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَحْمِيدَةً، وَأَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ تَكْبِيرَةً .رواه مسلم

“Amalan-amalan penyerta yang tidak akan rugi orang yang mengucapkannya atau orang yang melakukannya setiap akhir salat wajib: Tiga puluh tiga tasbih, tiga puluh tiga tahmid, dan tiga puluh empat takbir.” (HR. Muslim)

Baca Juga :  Janji Allah terhadap Orang yang Melaksanakan Salat Duha

Syaikh Albani dalam Silsilati al-shahihah mengatakan bahwa mu’aqqibaat berasal dari kata ‘aqiba yang artinya yang datang setelah sesuatu. Maka dengan demikian zikir mestilah dilakukan segera setelah salat fardu.

Sehingga seseorang yang lupa tidak zikir lalu segera berzikir dan jedanya tidak lama setelah melakukan salat wajib maka dia tetap mendapatkan kesempurnaan pahala zikir setelah salat. Namun jika baru berzikir setelah lama berselang waktu setelah salat fardu maka dia kehilangan kesempurnaan itu dan hanya mendapatkan pahala zikir saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here