Wudhu dengan Memasukkan Tangan ke Gayung, Apakah Air jadi Mustamal?

1
5826

BincangSyariah.Com – Pembahasan wudhu dengan memasukkan tangan ke air dalam gayung menjadi perhatian para ahli fikih, mengingat air yang berada dalam gayung tidak sampai dua kulah.

Sedangkan air yang tidak sampai dua kulah dikhawatirkan akan menjadi musta’mal jika terkena air bekas wudhu yang kadarnya melebihi air mutlak dalam gayung, atau bisa pula menjadi mustamal jika seseorang memasukkan anggota wudhu ke dalam air sedikit tersebut.

Perlu diketahui, air mustamal adalah air yang jatuh dari anggota badan ketika bersuci dan tidak boleh digunakan untuk bersuci yang kedua kalinya. Sebab meski status air bekas bersuci hukumnya suci, namun ia tidak bisa mensucikan.

Imam Nawawi dalam al-Majmu Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan, bahwa terdapat dua pendapat mengenai permasalahan tersebut.

Pertama, basuhan wudu atas wajah tidak sah, sebab menurut mayoritas mazhab syafi’i begitu tangan terangkat dari gayung maka air itu dihukumi mustamal karena air telah mensucikan tangan tersebut dan tidak bisa digunakan lagi untuk mensucikan wajah, baik dengan niat atau tanpa niat. Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Khuzaimah dikatakan

فلا يغمس يده في الاناء حتی يغسلها

Artinya: Janganlah seseorang memasukkan tangannya ke dalam wadah sehingga ia membasuhnya. (HR. Khuzaimah).

Menurut Imam Ghazali, demikianlah pendapat yang masyhur dalam mazhab syafi’i, yaitu bahwasanya gerakan itu menyebabkan air menjadi mustamal. Sekalipun ada yang mengatakan memasukkan tangan ke gayung, biasanya, adalah gerakan mengambil air sehingga seharusnya tidak merubah status air menjadi mustamal.

Kedua, basuhan pada wajah sah jika tangan masuk ke gayung tanpa disertai niat wudu. Yaitu ketika orang tersebut memasukkan tangan ke gayung dengan maksud mengambil air, maka air tersebut tidak menjadi mustamal dan sah basuhannya atas wajah. Demikian pendapat Imam al-Baghawi.

Baca Juga :  Empat Keutamaan Berwudhu Sebelum Tidur

Sehingga ketika membasuh wajah, air masih bisa mensucikan, karena belum menjadi air bekas membasuh tangan. Sebagai informasi, membasuh tangan sebelum wajah merupakan sunah wudhu karenanya jika memasukkan tangan disertai niat maka air dalam gayung tidak bisa lagi digunakam untuk membasuh wajah.

Namun yang lebih utama adalah jika air hanya sedikit, lebih baik pancurkan air tersebut kemudian menadahinya sebanyak cangkupan tangan untuk tiap basuhan. Hal tersebut lebih baik untuk menjaga keabsahan wudhu dan terhindar dari menggunakan air mustamal. Wallahu’alam.

1 KOMENTAR

  1. boleh berwudhu dari gayung dg dicelupkan tangan & tidak menjadi musta’mal dg syarat..1 tangan di niat kan berfungsi sebagai gayung ( utk mengambil air ) & tetap dg tangan t sebut,jika berganti tangan maka menjadi musta’mal.
    keterangan ini sy dapat dari bpk KH.Muhammad Sya fii Al Hadzami pd saat kajian kitab Mughnil Muhtaj
    wallohu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here