Wiridnya Orang Berilmu

0
1252

BincangSyariah.Com – Orang-orang yang berilmu ialah orang yang lebih banyak memberi manfaat kepada orang lain dengan dengan cara menyampaikan farwa, mengajar, menulis, atau memberi nasehat.

Ibnu Qudamah al-Muqaddasi mengatakan dalam Minhajul Qashidin, tingkatan orang berilmu dalam melakukan wirid berbeda dengan ahli ibadah. Dia lebih banyak membutuhkan penelaahan berbagai buku dan kitab yang terdiri dari berjilid-jilid. Jika ia menghabiskan waktunya untuk pekerjaan ini, maka ini adalah hal yang paling utama baginya setelah shalat fardhu. Maka keseluruhan aktifitas belajar mengajarnya pun termasuk ibadah dan bisa menjadi wirid baginya.

Ilmu yang menyertai ibadah yang dimaksud al-Muqaddasi adalah ilmu yang berorientasi untuk membantu kemaslahatan umat manusia atau membantu jalan untuk kesana. Berdasarkan aktifitasnya, wirid orang yang berilmu terbagi menjadi lima macam;

Wirid pertama. Meski sibuk, ia harus mengkhususkan waktu setelah subuh hingga matahari terbit untuk mengucapkan dzikir dan wirid-wirid yang disunnahkan Rasulullah. Sebab menyibukkan diri dalam dunia ilmu membuat jiwa tenggelam, maka penting bagi orang yang berilmu adalah pandai-pandai membagi waktunya yang khusus untuk Allah. Wirid ini termasuk aktifitas lidah dan hati.

Wirid kedua. Setelah matahari terbit hingga waktu dhuha untuk mengajarkan ilmunya, jika tidak ada kegiatan mengajar maka dia bisa pakai untuk mendalami ilmunya dan memikirkan berbagai hal. Sebab kejernihan pikiran setelah zikir subuh dan sebelum disibukkan urusan dunia bisa membantu konsentrasi pikiran dalam memecahkan problem. Wirid ini termasuk aktifias hati.

Wirid ketiga. Hingga waktu ashar dia bisa menulis buku atau menelaah buku-buku yang lain yang diselingi dengan bersuci, shalat fardhu, makan, dan tidur siang. Wirid ini termasuk aktifitas mata dan tangan.

Wirid keempat. Dari ashar hingga senja hari dia bisa mengecek bacaan tafsir, hadis atau ilmu lainnya dari para murid. Wirid ini termasuk aktivitas pendengaran.

Baca Juga :  Ikutilah Ramadanmu dengan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Wirid kelima. Dari senja hingga waktu maghrib bisa diisi dengan istighfar dan tasbih. Wirid ini termasuk aktifias lidah dan hati.

Sedangkan pembagian waktu malam yang paling baik baginya adalah seperti pembagian Imam Syafi’i. Beliau membagi malamnya menjadi tiga bagian; Sepertiga pertama untuk menulis ilmu. Sepertiga kedua untuk shalat. Sepertiga ketiga untuk tidur.

Wallahu’alam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here