Waktu yang Dianjurkan untuk Membaca Alquran

0
889

BincangSyariah.com. Memperbanyak membaca Alquran merupakan salah satu hal yang disunahkan di bulan Ramadan. Bahkan di dalam hadis disebutkan bahwa Nabi Saw. setiap malam di bulan Ramadan membaca Alquran di hadapan Jibril.

Sahabat Abdullah bin Abbas ra. menuturkan: “Nabi Saw. adalah manusia paling dermawan dalam masalah kebaikan. Kedermawanan beliau mencapai puncaknya pada bulan Ramadan, pada saat berjumpa dengan Malaikat Jibril. Biasanya Malaikat Jibril as. menjumpai Nabi Saw. pada setiap malam di bulan Ramadan hingga akhir bulan. Nabi Saw. membaca Alquran di hadapannya. Jika beliau telah berjumpa dengan Malaikat Jibril as. beliau sangat dermawan dalam masalah kebaikan ibarat angin yang kencang.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Berbicara tentang membaca atau tadarus Alquran tersebut, Imam An Nawawi di dalam kitab Aladzkar menjelaskan tentang waktu-waktu terpilih untuk membaca Alquran.

Waktu yang paling utama untuk membaca Alquran adalah ketika di dalam salat. Bahkan menurut madzhab Syafi’i dan lainnya berpendapat bahwa memanjangkan berdiri di dalam salat dengan membaca Alquran adalah lebih utama daripada memperpanjang sujud dan gerakan lainnya.

Oleh karena itu, momentum Ramadan adalah waktu yang sangat tepat sekali untuk memperpanjang membaca Alquran di waktu salat, khususnya salat Tarawih. Maka, tidak heran jika banyak masjid dan musala, imamnya akan membaca satu juz di dalam salat Tarawih setiap malamnya. Sehingga di akhir bulan Ramadan, imam dan jamaah masjid tersebut dapat mengkhatamkan Alquran di dalam salat Tarawihnya selama bulan Ramadan.

Adapun waktu yang utama untuk membaca Alquran di luar salat adalah waktu malam hari, setengah malam akhir lebih utama daripada awal malam.

Sedangkan membaca di antara waktu salat Magrib dan Isya’ adalah yang paling disenangi. Sementara jika ingin membaca di waktu siang hari, maka waktu yang paling utama adalah setelah salat Subuh, dan tidak dimakruhkan membaca di setiap waktu, tidak makruh pula membaca Alquran di waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan salat (seperti setelah Asar).

Baca Juga :  Bolehkah Melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid di Waktu Terlarang?

Adapun riwayat Ibnu Abi Dunya dari Muadz bin Rifa’ah ra. dari guru-gurunya yang menganggap makruh membaca Alquran setelah Asar dengan alasan dianggap waktunya belajar kaum Yahudi, menurut imam An Nawawi tidak dapat diterima dan tidak ada dasarnya.

Jika berdasarkan hari yang terpilih untuk membaca Alquran, maka hari-hari yang terpilih/afdhal-nya adalah hari Jumat, Senin, Kamis, Hari Arafah, sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, dan sepuluh akhir di bulan Ramadan.

Demikianlah waktu-waktu yang dianjurkan untuk membaca Alquran. Semoga di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kita dapat istiqamah dalam memperbanyak membaca Alquran. Aamiin.

Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here