Waktu Pembayaran Zakat Fitrah

4
14660

BincangSyariah.Com – Menurut imam al-Nawawi, ada dua faktor yang menyebabkan kewajiban mengeluarkan zakat fitrah bagi kaum Muslim; puasa Ramadhan dan Idul Fitri. Apabila dua faktor tersebut sudah ada, maka kita wajib membayar zakat fitrah.

Namun sebaliknya, apabila dua faktor tersebut tidak ada, maka kita tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah. Sehingga dengan demikian, kita tidak wajib, bahkan tidak boleh, mengeluarkan zakat fitrah sebelum puasa Ramadhan disebabkan kedua faktor tersebut belum ada.

Pada dasarnya kewajiban membayar zakat fitrah mulai berlaku setelah masuk waktu Idul Fitri atau setelah masuk waktu maghrib di hari terakhir bulan Ramadhan. Namun kita tidak harus menunggu masuk waktu Idul Fitri terlebih dahulu untuk membayar zakat fitrah, karena kita diberi kelonggaran waktu membayar zakat fitrah sejak awal masuk bulan Ramadhan.

Dalam fiqih, kelonggaran membayar zakat fitrah ini disebut dengan khamsatu auqat, atau lima waktu pembayaran zakat fitrah;

Pertama, waktu wajib, yaitu apabila menemui sebagian waktu Ramadhan dan sebagian bulan Syawal. Dengan demikian, orang yang meninggal setelah magrib di malam pertama bulan Syawal, maka wajib dizakati. Sedangkan bayi yang lahir setelah magrib di malam pertama bulan Syawal tidak wajib dizakati. Hal ini karena bayi tersebut dinilai tidak pernah mengalami bulan Ramadhan.

Kedua, waktu jawaz atau boleh, yaitu dimulai sejak awal Ramadhan. Sehingga kita boleh mengeluarkan zakat fitri di awal Ramadhan atau di pertengahannya.

Ketiga, waktu paling utama, yaitu membayar zakat fitri sesaat sebelum shalat Idul Fitri dilaksanakan.

Keempat, waktu makruh, yaitu membayar zakat setelah setelah shalat Idul Fitri dilaksanakan sampai terbenamnya matahari pada hari pertama bulan Syawal.

Kelima, waktu haram, yaitu membayar zakat setelah terbenamnya matahari di hari pertama bulan Syawal.

Baca Juga :  Syarat Sah Kumandangkan Azan

Dalam kitab Tausyih Ala Ibni Abil Qasim, Syaikh al-Nawawi al-Jawi menjelaskan kelima waktu pembayaran zakat fitri tersebut;

ولزكاة الفطرة خمسة أوقات وقت جواز وهو من ابتداء رمضان, ولايجوز إخراجها قبله, ووقت وجوب وهو بإدراك جزء من رمضان وجزء من شوال ووقت ندب وهو من قبل صلاة العيد ووقت كراهة وهو بعدها ووقت حرمة وهو ما بعد يوم العيد وتكون قضاء

“Waktu pelaksanaan zakat fitrah terbagi lima. Pertama waktu boleh, yaitu terhitung sejak awal Ramadhan. Sebelum awal Ramadhan, tidak boleh mengeluarkan zakat fitri. Kedua waktu wajib, ketika seseorang mengalami sebagian bulan Ramadhan dan sebagian bulan Syawal. Ketiga waktu dianjurkan, sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Keempat waktu makruh, membayar zakat fitri setelah shalat Idul Fitri. Kelima waktu haram, pembayaran zakat fitri setelah hari raya Idul Fitri, dan zakat fitrinya terbilang qadha.” Wallahu’alam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here