Tujuh Salat Sunah yang Dianjurkan Berjamaah

0
4983

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa selain diwajibkan melaksanakan salat wajib lima waktu, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak melaksanakan salat sunah. Salat wajib lima waktu, mulai dari subuh, dzuhur, asar, maghrib, isya’ dan subuh, semuanya dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjemaah. Namun tidak demikian dengan salat sunah, ada yang dianjurkan berjemaah dan ada pula yang tidak dianjurkan berjemaah.

Dalam kitab Alfiqhul Islami wa Adillatuhu disebutkan, terdapat tujuh jenis salat sunah yang dianjurkan berjamaah.

Pertama dan kedua, salat Idul Fitri dan Idul Adha. Terdapat beberapa riwayat yang menjelaskan terkait anjuran melaksanakan salat Idul Fitri dan Idul Adha secara berjemaah. Di antaranya hadis yang terdapat dalam kitab Nailul Authar dari Jundub, dia berkata;

كَانَ النَّبِيُّ ص يُصَلّى بِنَا يَوْمَ اْلفِطْرِ وَالشَّمْسُ عَلَى قَيْدِ رُمْحَيْنِ وَ اْلاَضْحَى عَلَى قَيْدِ رُمْحٍ

“Nabi Saw. salat hari raya Idul Fitri bersama kami di waktu matahari tingginya sekadar dua batang tombak dan beliau salat hari raya Idul Adha di waktu matahari tingginya sekadar satu batang tombak”.

Ketiga dan keempat, salat gerhana matahari (kusufus syam) dan gerhana bulan (khusuful qomar). Kedua salat gerhana tersebut dianjurkan untuk dilaksanakan berjemaah berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Sayidah Aisyah, dia berkisah;

أَنَّ الشَّمْسَ خَسَفَتْ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَبَعَثَ مُنَادِيًا «الصَّلاَةَ جَامِعَةً»، فَاجْتَمَعُوا وَتَقَدَّمَ فَكَبَّرَ، وَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ في رَكْعَتَيْنِ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ

“Pada zaman Nabi Saw. pernah terjadi gerhana matahari, kemudian beliau mengutus seorang penyeru untuk mengucapkan “ashsholatu jami’ah”. Kemudian para sahabat berkumpul dan Nabi Saw. maju (untuk menjadi imam) dan memulai salatnya dengan empat ruku dan empat sujud.”

Baca Juga :  Sujud Tilawah Dianjurkan Saat Membaca Ayat-ayat Sajdah Ini

Kelima, salat istisqa’ atau minta hujan. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari paman Abbad bin Tamim, dia berkata;

رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ خَرَجَ يَسْتَسْقِي قَالَ فَحَوَّلَ إِلَى النَّاسِ ظَهْرَهُ وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ يَدْعُو ثُمَّ حَوَّلَ رِدَاءَهُ ثُمَّ صَلَّى لَنَا رَكْعَتَيْنِ جَهَرَ فِيهِمَا بِالْقِرَاءَةِ

 “Saya melihat Nabi Saw. tatkala pergi ke tanah lapang untuk salat istisqa’, beliau palingkan punggungnya menghadap sahabat dan beliau menghadap kiblat sambil berdoa, lalu beliau palingkan selendangnya, kemudian salat bersama kami dua rekaat dengan suara yang keras ketika membaca ayat.”

Keenam dan ketujuh, salat tarawih bersama salat witir di bulan Ramadan. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Sayidah Aisyah, dia berkisah;

نَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ ثُمَّ صَلَّى مِنْ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنْ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ وَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنْ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ

“Pada suatu malam Rasulullah Saw. melaksanakan salat di masjid, maka para sahabat mengikuti salat beliau. Pada malam berikutnya, beliau kembali melaksanakan salat di masjid dan orang-orang yang mengikuti bertambah banyak. Pada malam ketiga atau keempat, orang-orang banyak sudah berkumpul namun beliau tidak keluar untuk salat bersama mereka. Ketika pagi harinya, beliau bersabda: ‘Sungguh aku mengetahui apa yang kalian lakukan tadi malam dan tidak ada yang menghalangi aku untuk keluar salat bersama kalian. Hanya saja aku khawatir nanti diwajibkan atas kalian.’ Kejadian ini di bulan Ramadhan.”

Menurut Syaikh Wahbah Azzuhaili, yang paling sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjemaah di antara ketujuh salat sunah di atas adalah salat Idul Fitri dan Idul Adha. Hal ini karena kedua salat sunah tersebut memiliki keserupaan dengan salat wajib lima waktu, yaitu sama-sama terikat dengan waktu tertentu. Karena salat wajib lima waktu sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjemaah, maka begitu pula dengan salat Idul Fitri dan Idul Adha sangat dianjurkan dilaksanakan secara berjemaah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here