Tujuh Macam Benda Najis

0
11894

BincangSyariah.Com – Suci dari segala bentuk benda najis adalah syarat mutlak seorang muslim ketika hendak melaksanakan salat. Bentuk benda najis sangat banyak sekali. Namun, setidaknya ada tujuh macam benda najis yang harus kita ketahui. Sebagaimana yang telah diterangkan di dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji Ala Madzhab Al-Imam Asy-Syafii berikut ini.

Pertama, khamr atau semua benda cair yang memabukkan. Allah swt. berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. (Al-Maidah/5: 90).

Sementara dalil hadisnya adalah

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ. رواه مسلم

Dari Ibnu Umar, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap yang memabukkan adalah haram.” (HR. Muslim).

Kedua, anjing dan babi. Hal ini sebagaimana hadis.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: طَهُوْرُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُوْلاَهُنَّ بِالتُّرَابِ. رواه مسلم

Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Sucinya tempat salah satu dari kalian jika terkena jilatan anjing adalah dengan membasuhnya tujuh kali, yang pertamanya dicampur dengan debu.” (HR. Muslim)

Ketiga, bangkai. Yakni setiap binatang yang mati dengan tanpa disembelih dengan benar secara syariat. Allah swt. berfirman:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah dan daging babi (Q.S. Al-Maidah/5: 3). Keharaman mengkonsumsi bangkai dalam ayat tersebut alasannya adalah karena bangkai itu berhukum najis.

Baca Juga :  Sahkah Salat di Atas Sajadah yang Dihampar di Tempat Najis?

Termasuk dalam jenis bangkai adalah setiap binatang yang disembelih untuk berhala/sesembahan, dan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Allah swt, berfirman:

وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ

Dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah (Q.S. Al-Maidah/5: 3). Namun ada tiga macam bangkai yang dihukumi tidak najis. Yakni bangkai manusia, ikan dan belalang.

Keempat, darah yang mengalir. Di antaranya juga adalah nanah. Allah swt. berfirman:

اَوْ دَمًا مَّسْفُوْحًا اَوْ لَحْمَ خِنْزِيْرٍ فَاِنَّهٗ رِجْسٌ

 Atau darah yang mengalir, daging babi – karena semua itu kotor – (Q.S. Al-An’am/6: 145). Namun ada dua darah yang dihukumi tidak najis, yakn hati dan limpa.

Kelima, Air kencing dan kotorannya manusia dan binatang. Hal ini berdasarkan riwayat Anas bin Malik sebagaimana berikut

أَنَّ أَعْرَابِيًّا بَالَ فِي الْمَسْجِدِ فَقَامُوا إِلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُزْرِمُوهُ ثُمَّ دَعَا بِدَلْوٍ مِنْ مَاءٍ فَصُبَّ عَلَيْهِ

Bahwasannya ada seorang A’rabi (arab badui) kencing di dalam masjid. Lalu para sahabat berdiri ke arahnya (untuk melarang). Namun Rasulullah saw. bersabda: “Jangan hardik dia”, Kemudian beliau meminta (sahabat untuk mengambilkan) satu ember air lalu dituangkan di tempat bekas air kecing itu. (HR. Al-Bukhari)

Perintah Nabi saw. menuangkan air di tempat bekas kencing tersebut menunjukkan bahwa air kencing itu hukumnya najis.

Keenam, setiap bagian anggota tubuh binatang yang terlepas dari jasadnya saat masih hidup. Hal ini berdasarkan hadis sebagaimana berikut

عَنْ أَبِي وَاقِدٍ اللَّيْثِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا قُطِعَ مِنَ الْبَهِيمَةِ وَهِيَ حَيَّةٌ فَهُوَ مَيِّتٌ. رواه الحاكم.

 Dari Abi Waqid Al-Laitsi r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda: “Anggota tubuh yang terputus dari binatang saat ia masih hidup adalah anggota yang mati (bangkai). (HR. Al-Hakim). Namun ada pengecualian, yakni rambut atau bulu hewan binatang yang halal dimakan dagingnya, maka hal itu suci. Allah swt. berfirman:

Baca Juga :  Empat Keutamaan Mengucapkan Salam Lebih Dulu

وَمِنْ اَصْوَافِهَا وَاَوْبَارِهَا وَاَشْعَارِهَآ اَثَاثًا وَّمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ

Dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu). (Q.S. An-Nahl/16: 80).

Ketujuh, air susunya binatang yang tidak boleh dimakan dagingnya. Seperti air susunya keledai dan selainya. Karena najisnya air susu tersebut seperti hukum dagingnya yang najis. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here